5 Dampak Cyberbullying pada Anak yang Orangtua Wajib Tahu

Foto: Unsplash

 

Schoolmedia News, Jakarta – Seperti bullying, cyberbullying juga harus terus diperangi. Cyberbullying pun bisa dialami semua kalangan, termasuk anak-anak sekalipun. Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. 

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Cyberbullying dapat menyebabkan tekanan emosi dan psikologis yang signifikan pada anak. Seperti halnya korban bullying lainnya, anak-anak yang mengalami cyberbullying juga mengalami kecemasan, ketakutan, depresi dan rendah diri. 

Anak mungkin akan merasakan serangkaian emosi jika mereka menjadi sasaran cyberbullying. Jika para orangtua melihat perubahan suasana hati anak, jangan ragu mengevaluasi kesehatan mereka dan berikan dukungan kepada anak. Korban cyberbullying sering merasa sulit untuk merasa aman. Mereka merasa rentan dan tidak berdaya. Ini karena intimidasi dapat menyerang mereka ketika di rumah melalui media seperti komputer atau ponsel kapan saja.

 

Baca jugaUbud Bali Kembali Masuk Top 10 Kota Terbaik di Dunia

 

Mereka mungkin akan merasa tidak memiliki tempat di mana mereka dapat melarikan diri. Bagi seorang korban rasanya seperti intimidasi ada di mana-mana. Berikut dampak cyberbullying pada anak yang Schoolmedia News rangkum dari berbagai sumber.

 

1.    Dipermalukan
Karena cyberbullying terjadi di dunia maya, intimidasi online terasa permanen. Ketika cyberbullying terjadi, unggahan, pesan atau teks yang tidak menyenangkan dapat dibagikan dengan banyak orang. Banyak orang yang mengetahui tentang intimidasi tersebut yang dapat menyebabkan perasaan penghinaan yang intens.

 

2.    Menyimpan Dendam
Terkadang korban cyberbullying akan marah tentang apa yang terjadi pada mereka. Akibatnya, mereka merencanakan balas dendam dan melakukan pembasalan. Bagi sebagian anak mungkin akan memaafkan pelaku intimidasi daripada untuk melakukan balas dendam. 

 

3.    Tidak Tertarik Melakukan Kegiatan
Ketika terkena cyberbullying, korban akan merasa tanpa harapan dan tidak berarti. Mereka kehilangan minat pada hal-hal yang pernah mereka nikmati dan menghabiskan lebih sedikit waktu berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman. Mereka mungkin juga merasa tidak tertarik di sekolah. Korban cyberbullying sering memiliki tingkat ketidakhadiran yang jauh lebih lebih tinggi.

 

Baca juga8 Makanan yang Bisa Mempercepat Haid

 

4.    Murung
Korban cyberbullying seringkali menyerah pada kecemasan, depresi, dan kondisi terkait dengan stress lainnya. Ini terjadi terutama karena cyberbullying mengikis kepercayaan diri dan harga diri mereka. Selain itu, tekanan tambahan untuk mengatasi cyberbullying secara teratur mengikis perasaan bahagian dan kepuasaan dari diri mereka sendiri.

 

5.    Sakit Secara Fisik
Ketika anak-anak yang mengalami cyberbullying, mereka sering mengalami sakit kepala, sakit perut dan penyakit fisik lainnya. Stres bullying juga dapat menyebabkan kondisi yang berhubungan dengan stres seperti sakit maag. Selain itu, anak-anak yang mengalami cyberbullying mungkin mengalami perubahan dalam kebiasaan makan seperti melewatkan makan atau bahkan makan berlebihan. 

Dan pola tidur mereka mungkin juga dapat terpengaruh. Mereka mungkin akan menderita insomnia, lebih banyak tidur dari biasanya atau bahkan sering mengalami mimpi buruk. Jika anak mengalami cyberbullying, jangan abaikan perasaan mereka. Pastikan untuk berkomunikasi setiap hari dengan anak, mengambil langkah-langkah untuk membantu mengakhiri dan mengawasai perubahan dalam suasana dan perilaku anak.

Komentar

250 Karakter tersisa