4 Tips Atasi Kecemasan dan Rasa Tidak Pasti di Masa Pandemi

Foto: Unsplash

 

Schoolmedia News, Jakarta – Gangguan kecemasan adalah munculnya rasa cemas atau khawatir yang berlebihan dan tidak terkendali terhadap berbagai hal dan kondisi. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Gangguan kecemasan umum dapat terjadi pada siapa saja, namun paling sering terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun. 

Saat mengalami kondisi ini, penderita umumnya tidak bisa menjelaskan mengapa ia merasa cemas atau khawatir yang berlebihan. Rasa cemas merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres, yang sebenarnya bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada. Namun, rasa cemas bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan, sulit dikontrol, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Memiliki kecemasan dan rasa tidak pasti di hidup merupakan perasaan yang sangat menusiawai. Namun, psikolog Thea Gallagher, Psy.D., mengatakan bahwa banyak orang yang belum pernah benar-benar mengalami kecemasan seperti sekarang saat menghadapi pandemi. Kamu tidak tahu kapan bisa berlibur lagi atau sekadar mencoba melanjutkan hidup dengan normal. 

Singkatnya, Thea menyebut tahun ini sebagai ‘carousel of doom’ yang membuat kamu ‘terus berputar-putar dan tidak akan ke mana-mana’. Jika kamu salah satu yang merasakannya, berikut tips mengatasi kecemasan seperti yang dilansir dari Self, Jumat (6/11/2020).

 

Baca juga3 Manfaat Teh Mawar, Bisa Meredakan Nyeri Haid

 

1.    Normalisasikan kecemasan
Merasa tidak yakin tentang apa yang akan terjadi berarti kamu tidak tahu bagaimana mempersiapkan atau menghindari hasil negatif, yang akhirnya meningkatkan kecemasan. Inilah mengapa Francesca Parker, Psy.D., seorang asisten profesor psikologi, menyarankan kamu untuk berbelas kasih pada diri sendiri karena perasaan ini sepenuhnya normal. 

“Orang-orang bersikap keras pada diri sendiri dan bertanya-tanya apakah mereka melakukan pekerjaan yang cukup baik saat pandemi ini. Namun, mungkin yang perlu kamu lakukan hanya bertahan dan menormalkan perasaan itu untuk diri sendiri," jelas Francesca.

 

2.    Berlatih merasakan perasaan
Thea meminta agar orang-orang untuk belajar mentolerir perasaan dengan mengatakan pada diri sendiri, 'Saya takut. Saya tidak tahu apa hasilnya nanti, tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan sekarang’. Francesca bilang, strategi ini bekerja lebih baik daripada mencoba menghindari kecemasan atau rasa tidak pasti yang dirasakan, yang biasanya menyebabkan emosi menjadi lebih buruk dan menimbulkan beberapa perilaku tidak sehat.

 

3.    Tulis daftar apa yang dapat kamu kendalikan
"Ketika ada ketidakpastian, orang-orang yang cemas merasa tidak terkendali. Bagian penting dari mengurangi kecemasan adalah mengenali faktor-faktor yang ada dalam kendali dan melepaskan yang di luar kendali," kata Inger Burnett-Ziegler, Ph.D., profesor psikiatri dan ilmu perilaku. Tulislah dengan rinci hal-hal yang menbuat kamu cemas dan tidak pasti, lalu setelah mengetahui apa yang dapat kamu kendalikan, fokuslah pada hal itu dan coba jangan pikirkan sisanya.

 

4.    Ingat pengalaman ketidakpastian yang kamu lalui
Xiaolu Jiang, Ph.D., psikolog berlisensi, mengungkapkan pentingnya mengingatkan diri sendiri tentang saat-saat serupa yang kamu alami di masa lalu. “Pikirkan tentang pengalaman ketika kamu berhasil menangani yang hal tidak diketahui. Mengingat saat-saat penuh ketidakpastian di masa lalu bisa menguntungkan kamu,” katanya. Dengan begitu, kamu akan diingatkan bahwa kamu pernah menjadi pribadi yang tangguh sebelumnya dan mungkin dapat melakukannya sekali lagi saat menghadapi pandemi seperti sekarang ini.

Komentar

250 Karakter tersisa