Menjaga Jejak Leluhur di Pulau Wawonii: Perjalanan Mando Maskuri Merawat Sejarah yang Nyaris Terlupakan

Schoolmedia News Kendari - Di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, jejak sejarah tidak hanya tersimpan dalam naskah atau museum, tetapi juga hidup di tengah masyarakat, tersembunyi di balik situs-situs kuno, cerita lisan, dan peninggalan leluhur. bagi Mando Maskuri, warisan tersebut bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. berangkat dari kecintaannya terhadap sejarah lokal, ia mendedikasikan diri untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan mengenalkan kembali kekayaan sejarah Wawonii kepada masyarakat luas.
Perjalanan Mando dimulai dari kegelisahan sederhana. ia melihat banyak generasi muda yang lebih mengenal sejarah bangsa dari buku pelajaran, tetapi justru asing dengan sejarah daerahnya sendiri. padahal, Wawonii menyimpan banyak kisah tentang kerajaan, tradisi, dan perjalanan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. kondisi itu mendorongnya turun langsung ke lapangan, menemui para tetua adat, menelusuri lokasi bersejarah, dan mengumpulkan berbagai cerita yang selama ini hanya hidup dari mulut ke mulut.
Baginya, menjaga sejarah bukan hanya menyelamatkan benda-benda peninggalan, tetapi juga merawat ingatan kolektif sebuah masyarakat. Setiap situs, artefak, maupun cerita rakyat memiliki nilai yang mampu menjelaskan bagaimana sebuah daerah tumbuh dan berkembang. karena itu, mando terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat sejarah sebagai sumber pembelajaran sekaligus kebanggaan terhadap jati diri daerahnya.
Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya tersebut tentu tidak selalu mudah. perubahan zaman membuat sebagian warisan budaya mulai terlupakan, bahkan terancam rusak akibat kurangnya perhatian. namun, mando percaya bahwa pelestarian sejarah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau akademisi. masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga peninggalan leluhur agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Perjalanan Mando Maskuri menunjukkan bahwa mencintai sejarah berarti menjaga akar yang membentuk identitas sebuah bangsa. dari Pulau Wawonii, ia membuktikan bahwa langkah sederhana untuk mendokumentasikan dan merawat warisan budaya dapat menjadi ikhtiar besar dalam menyelamatkan memori kolektif. sebab, ketika sejarah berhasil dijaga, yang sesungguhnya sedang dipertahankan bukan hanya masa lalu, melainkan juga arah perjalanan menuju masa depan.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://www.kompas.id/artikel/mando-maskuri-ikhtiar-pelindung-sejarah-wawonii
Liputan Khusus Lainnya:
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia
Dari Jalanan Menuju Ruang Sidang: Perjuangan Wahyu Aji Ramadhan Menggapai Gelar Sarjana Hukum
Dari Asisten Rumah Tangga Menjadi Sarjana: Perjuangan Bariah Membuktikan Mimpi Tak Mengenal Keterbatasan