Dari Jalanan Menuju Ruang Sidang: Perjuangan Wahyu Aji Ramadhan Menggapai Gelar Sarjana Hukum

Schoolmedia News Yogyakarta - Setelah ruang kuliah ditinggalkan, Wahyu Aji Ramadhan tidak langsung pulang untuk beristirahat. ia mengenakan jaket ojek online, menyalakan mesin sepeda motornya, lalu menyusuri jalanan Yogyakarta demi satu tujuan sederhana: memastikan mimpinya menjadi sarjana hukum tidak berhenti di tengah jalan. bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, menjadi pengemudi layanan antar makanan bukan sekadar pekerjaan sambilan, melainkan ikhtiar untuk tetap bertahan di bangku kuliah ketika beasiswa yang diharapkan tak kunjung datang.
Perjalanan tersebut jauh dari kata mudah. setiap hari Aji harus membagi waktu antara mengikuti perkuliahan, mengejar pesanan pelanggan, hingga menyelesaikan berbagai tugas akademik. tak jarang ia menghadapi situasi yang menguras tenaga dan emosi, mulai dari pesanan yang bermasalah, ban bocor di tengah perjalanan, hingga pernah mendapat ancaman dari pemilik restoran karena persoalan pengantaran. namun semua itu tidak membuatnya menyerah. baginya, setiap tantangan adalah bagian dari harga yang harus dibayar untuk mempertahankan mimpi.
Kesibukan Aji tidak berhenti di situ. selain menjadi pengemudi ojek online, ia juga aktif bekerja paruh waktu di lingkungan Fakultas Hukum UGM, mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan, hingga terlibat dalam kegiatan penelitian dan magang di bidang hukum. kesempatan-kesempatan tersebut ia manfaatkan untuk memperkaya pengalaman sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional setelah lulus. di tengah padatnya aktivitas, ia tetap menjaga semangat belajar dan tidak pernah kehilangan arah.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Aji berhasil menyelesaikan studi sebagai Sarjana Hukum dengan predikat cum laude dan IPK 3,55. gelar tersebut bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan simbol dari perjuangan panjang yang ditempuh melalui jalanan kota, panas matahari, hujan, dan berbagai keterbatasan ekonomi. wisuda menjadi momen yang menegaskan bahwa setiap tetes keringat selama bertahun-tahun tidak pernah sia-sia.
Kisah Wahyu Aji Ramadhan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari jalan yang mulus. kadang, cita-cita harus diperjuangkan di antara deru kendaraan, notifikasi pesanan, dan jadwal kuliah yang padat. dari balik jaket ojek online, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Selama masih ada kemauan untuk berjuang, setiap jalan yang ditempuh dapat mengantarkan seseorang menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://mojok.co/liputan/sekolahan/perjuangan-ojol-jadi-sarjana-hukum-di-ugm/
Liputan Khusus Lainnya:
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia
Menanam Harapan dari Desa Les: Perjalanan Gede Arsana Membangun Kebun Edukasi untuk Generasi Masa Depan
Menjaga Jejak Leluhur di Pulau Wawonii: Perjalanan Mando Maskuri Merawat Sejarah yang Nyaris Terlupakan