127 Orang Diduga Keracunan MBG di Nganjuk, 17 Masih Dirawat

Schoolmedia News – Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Nganjuk mencapai 127 orang. Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turun langsung memantau kondisi para siswa pada Kamis (3/9/2026) malam. Dari total korban, sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang.
Marhaen menyebut pada saat pemantauan, tersisa 17 orang yang masih menjalani perawatan dan pemantauan medis. Pemerintah daerah bersama rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya terus memastikan kondisi para korban membaik.
Kasus tersebut diduga berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Rabu (2/9/2026). Sajian yang dibagikan antara lain nasi goreng, ayam suwir dengan telur dadar, acar, serta buah semangka.
Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, pusing, dan muntah.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Perawatan dilakukan di antaranya di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk, serta puskesmas.
Jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis kemudian bertambah hingga mencapai 127 orang. Kondisi mayoritas korban dilaporkan membaik sehingga sebagian sudah diperbolehkan kembali ke rumah.
Pemkab Nganjuk Siap Dukung Biaya Perawatan
Bupati Nganjuk memastikan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap penanganan para korban. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai pembiayaan perawatan.
Marhaen mengatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan apabila diperlukan. Menurutnya, penanganan kesehatan para siswa menjadi prioritas.
Selain pemantauan terhadap korban, pemerintah daerah juga memperketat koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Evaluasi Keamanan Makanan MBG
Kasus dugaan keracunan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan banyak siswa. Pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan evaluasi untuk memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan gejala yang muncul. Pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber kejadian.
Pemkab Nganjuk berharap seluruh siswa yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG juga akan diperkuat agar kejadian serupa dapat dicegah.
_
Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/09/04/075538978/korban-keracunan-mbg-di-nganjuk-tembus-127-orang-bupati-tersisa-17-dirawat
Liputan Khusus Lainnya:
Keterbatasan Fasilitas, SDN 78 Manado Manfaatkan Bekas Ruang Kepala Sekolah
Lansia Tukang Tambal Ban Kehilangan Bansos, Namanya Tercatat Punya Mobil