777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diduga Keracunan MBG, SPPG Minta Maaf
Schoolmedia News – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem menyampaikan permintaan maaf setelah ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 777 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan. Jumlah tersebut terdiri dari 752 siswa dan 25 guru. Keluhan yang muncul antara lain diare, mual, hingga muntah.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (3/9/2026). Sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan pada pagi hari ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Banyaknya siswa yang mengalami diare membuat fasilitas toilet sekolah kewalahan.
Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan. Karena jumlah siswa yang sakit cukup banyak, kegiatan belajar mengajar akhirnya dihentikan dan para siswa dipulangkan lebih awal.
SPPG Soditan Sampaikan Permintaan Maaf
Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa yang terdampak.
Ia mengatakan pihak SPPG memprioritaskan penanganan kesehatan para korban. Biaya perawatan bagi korban yang membutuhkan penanganan medis juga dijanjikan akan ditanggung oleh pihak SPPG.
Achmad juga menyatakan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. SPPG Soditan berkomitmen melakukan perbaikan terhadap prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Evaluasi akan mencakup proses pemilihan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi makanan ke sekolah.
Sampel Makanan Diperiksa
Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru masih belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan bersama petugas terkait melakukan pemeriksaan untuk mencari sumber penyebab kejadian.
Salah satu bahan makanan yang menjadi perhatian adalah buah semangka yang terdapat dalam paket MBG. Sejumlah siswa sebelumnya mengeluhkan rasa buah tersebut. Namun, keluhan itu belum dapat dijadikan bukti bahwa semangka menjadi penyebab kejadian.
Petugas telah mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab sebenarnya.
Paket MBG yang dibagikan sehari sebelumnya terdiri dari nasi, ayam bakar, tempe, lalapan, sambal teri goreng, dan potongan semangka.
Kesehatan Siswa Jadi Prioritas
Kejadian di SMAN 1 Lasem kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Proses pengolahan dan distribusi makanan perlu memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan agar makanan yang diterima peserta didik tetap aman dikonsumsi.
Pihak sekolah, Dinkes, dan SPPG terus memantau kondisi siswa dan guru yang mengalami keluhan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab kejadian tersebut.
Hingga hasil pemeriksaan keluar, kasus ini masih dikategorikan sebagai dugaan keracunan. Semua pihak diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium tersedia.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Keterbatasan Fasilitas, SDN 78 Manado Manfaatkan Bekas Ruang Kepala Sekolah
Lansia Tukang Tambal Ban Kehilangan Bansos, Namanya Tercatat Punya Mobil
