Jangan Pandang Sebelah Mata, Anak Down Syndrome Bisa Lakukan Apapun

 

Aku Berbeda

Kata Mereka Aku Berbeda, tapi aku punya 2 mata, aku punya 2 telinga, aku punya 2 tangan, aku punya 2 kaki sama seperti mereka.

Kata mereka aku berbeda, tapi aku bisa membaca dan aku bisa menulis aku juga bisa menaris sama seperi mereka

Puisi pendek diatas ditulis tangan  Syakira (9 th) anak  dengan Down Syndrime yang tergabung dalam Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS) yang dikelola Persatuan Orangtua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) di Pejaten, Jakarta Selatan.

Puisi sederhana karya Syakira dia sampaikan dalam Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2024 dihadapan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahrir di Jakarta, Kamis (28/3).

Mendengar puisi sederhana itu, Ditjen PAUD Dikdasmen tampak tersentuh dan berkaca-kaca. “Terimakasih pak Iwan Syahrir, terus dukung kami ya pak anak-anak Down Syndrome,” ujar Syakira ketika diminta komentarnya untuk Pak Dirjen.

Anak-anak dengan down syndrome kerap 'distigma tidak bisa apa-apa dan menjadi beban'. Padahal tak sedikit dari mereka yang mampu mandiri bahkan menoreh prestasi.

Down syndrome adalah kelainan genetik yang dibawa sejak lahir pada kromosom 21 yang menyebabkan penyandangnya memiliki keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental, serta biasanya diikuti sejumlah ciri fisik yang khas.

 

Adanya penolakan terhadap anak justru akan menghambat tumbuh kembang mereka. Hal ini dikarenakan anak tidak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang baik dan maksimal dari orang tua.

“Padahal anak-anak ini memerlukan perhatian lebih dari orang tuanya,” tegasnya.

Eliza Octavianti Rogi, Ketua Umum Persatuan Orangtua Anak Dengan Down Syndrome mengatakan janin dengan down syndrome dapat dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan di masa awal kehamilan. Adanya indikasi down syndrome ini dapat dilihat lewat pemeriksaan Ultrasonografi (USG).
“Kehamilan dengan janin down syndrome tidak menunjukkan gejala khusus pada ibu hamil, tapi bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG,” terangnya saat dihubungi secara terpisah.

Down Syndrome muncul bukan karena faktor keturunan. Namun, kelainan ini disebabkan oleh hadirnya kromosom 21 rangkap tiga atau disebut dengan trisomi 21. Dengan kata lain, down syndrome ini dikarenakan kelainan pada kromosom nomor 21.

Dijelaskan pemeriksaan USG tahap awal dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kelainan pada janin. Seperti penebalan tulang tengkuk pada usia kehamilan 11-14 minggu. Apabila penebalan area tersebut melebihi 3 mm maka janin dicurigai down syndrome.

Jika hasil USG menunjukkan janin terkena down syndrome, dia mengatakan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui tes darah. Pemeriksaan darah tersebut untuk karyotyping guna memastikan kromosom janin positif trisomi 21 atau tidak. Berikutnya, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan pada trisemester kedua melalui USG lanjutan untuk melihat apakah terdapat kelainan organ janin.

“Jika kelainan yang terjadi cukup berat sehingga menyebabkan bayi tidak mampu bertahan hidup setelah dilahirkan sebaiknya dilakukan pengakhiran kehamilan atau terminasi,” paparnya.

Janin dengan kelainan kromosom ini, dikatakan, biasanya juga akan mengalami kelainan pada organ-organ lainnya. Beberapa diantaranya mengalami kelainan pada jantung, kanencephali atau tidak memiliki tempurung kepala, kelainan ginjal, kelainan perkembangan organ gastrointestinal, serta bibir sumbing.

Menurutnya, risiko kejadian down syndrome dapat diminimalkan yakni dengan hamil di usia reproduksi sehat antara 20-35 tahun. Apabila kehamilan di luar usia reproduksi sehat, maka kemungkinan janin mengalami down syndrome akan semakin tinggi. Namun begitu, risiko pada usia kehamilan sehat juga tetap ada.

 

 

 

 

 

 

NAMA                      : Kemal M RIZKY, S.Si

Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 8 Juli 2000

Nama Ibu                : Early Raza

Nama Ayah            : Alphieza Syam

Pendidikan             :

  1. SD Aljannah Islamic Fullday School Jakata (2007 – 2013
  2. SM Home Schooling Kak Seto (2013 – 2016)
  3. SMA Homeschooling Persada (2016 – 2019)
  4. Unversitas Yarsi Jakarta Pusat

Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (2019 – 2023)

Nilai IPK = 3,62

Hobbies                :

  1. Main Biola
  2. Design Grafis
  3. Olah Raga Memanah dan Bowling

 

 

PAK DIRJEN

 

 

 

Komentar

250 Karakter tersisa