Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Atasi Kemiskinan Petani dan Kerusakan Lingkungan, Pemprov Jabar Siap Kelola Lahan PTPN-Perhutani dan Gaji Petani Rp2,5 Juta

author Andeliyumna
Sep 28, 2026 |
3 Dilihat

emerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengagendakan pengambilalihan hak pengelolaan pada sejumlah area lahan milik PTPN dan Perhutani di wilayah Jawa Barat, salah satunya di kawasan Gunung Wayang, Kabupaten Bandung. Langkah strategis ini digagas langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk pemulihan lingkungan lewat penghijauan serta peningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.

Lahan tersebut nantinya dirancang untuk ditanami vegetasi khas daerah setempat. Untuk merealisasikan target awal seluas 1.000 hektar, Pemprov Jabar berencana memberdayakan sekitar 500 buruh tani, di mana tiap individu memegang tanggung jawab mengelola 2 hektar lahan. Setiap petani penanam pohon ini akan menerima upah bulanan sebesar Rp2,5 juta dari Pemprov.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program ini bertujuan mengentaskan kemiskinan yang masih membayangi wilayah sentra pertanian dan perkebunan seperti Cianjur Selatan, Garut Selatan, hingga Bandung Selatan. Selama ini, para buruh tani di kawasan tersebut umumnya hanya menerima upah harian yang sangat rendah, kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000. KDM menginginkan agar kepatuhan dan ketertiban warga tercipta dari tingkat kesejahteraan yang layak, bukan akibat dari kondisi keterpurukan ekonomi.

Program penghijauan ini ditargetkan mulai berjalan pada Desember mendatang dengan melibatkan hingga 4.000 orang petani secara bertahap. Kebutuhan anggaran yang disiapkan Pemprov Jabar mencapai sekitar Rp10 miliar per bulan atau setara Rp120 miliar per tahun untuk alokasi gaji para petani.

Pemprov menilai investasi anggaran tersebut jauh lebih efisien dibandingkan potensi kerugian ekonomi dan lingkungan akibat bencana alam. Sebagai gambaran, penanganan sedimentasi Sungai Citarum dan dampak banjir di sekitarnya saban tahun dapat menelan biaya pengerukan dan perbaikan infrastruktur lebih dari Rp1 triliun. Padahal, ekosistem Sungai Citarum dan hulunya menjadi penopang vital keberlangsungan pembangkit listrik (PLTA Cirata, Saguling, Jatiluhur) serta kawasan industri besar di Purwakarta, Karawang, hingga Bekasi yang memutar roda ekonomi puluhan triliun rupiah per bulan.


Sumber berita:cnnindonesia.com

Bantah Temuan Ombudsman dan MAKI, Pihak Ferdy Sambo Tegaskan Tak Pernah Nikmati Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Berita Selanjutnya
Bantah Temuan Ombudsman dan MAKI, Pihak Ferdy Sambo Tegaskan Tak Pernah Nikmati Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
author Andeliyumna
Sep 28, 2026
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Kasus Suap HGB
Berita Sebelumnya
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Kasus Suap HGB
author Andeliyumna
Sep 25, 2026

Komentar