
Schoolmedia News Jakarta = Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi memperkuat sinergi internasional di sektor pendidikan vokasi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara Ketua Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dengan Presiden Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional pada Rabu (21/1).
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan, Ojat Darojat, yang hadir menyaksikan prosesi tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan pengejawantahan dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Menurutnya, langkah ini krusial untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
âKerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi dan kemitraan industri agar mampu menjawab tantangan global serta kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,â ujar Ojat dalam sambutannya di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta.
Fokus pada Kualitas SDM dan Alih Teknologi Poin utama dalam MOU tersebut adalah pendirian IndonesiaâGuangdong Lingnan Craftsman Institute. Program ini dirancang sebagai pusat unggulan yang berfokus pada penguatan pelatihan vokasi, peningkatan kemitraan dengan sektor industri, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing internasional.
Ojat menekankan bahwa di era transformasi teknologi yang masif, institusi pendidikan tidak boleh berjalan sendiri. Pendidikan vokasi memegang peran sentral dalam mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan industri.
âMelalui Lingnan Craftsman Institute, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program vokasi berbasis kebutuhan industri,â tambahnya.
Riset Bersama dan Inovasi Industri
Selain pengembangan kurikulum dan kompetensi individu, kerja sama ini membuka pintu bagi joint research (riset bersama) antara politeknik serta perguruan tinggi vokasi di kedua negara. Fokus riset akan diarahkan pada alih teknologi yang bertujuan mendorong inovasi lokal guna mendukung industri nasional.
Menutup keterangannya, Ojat berharap implementasi MOU ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera berwujud dalam aksi nyata yang berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan diplomasi ekonomi dan pendidikan yang mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, sekaligus memberikan manfaat konkret bagi institusi pendidikan dan dunia kerja di tanah air.
Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki bobot strategis bagi kedua belah pihak:
Standardisasi Global (Benchmarking): Guangdong adalah pusat manufaktur dan teknologi Tiongkok. Dengan menggandeng institusi dari wilayah tersebut, Indonesia melakukan benchmarking langsung terhadap standar industri dunia. Hal ini membantu memperkecil link and match gap antara lulusan vokasi dengan kebutuhan perusahaan multinasional.
Transfer Teknologi dan Pengetahuan: Melalui skema Craftsman Institute, Indonesia berpeluang menyerap etos kerja dan metodologi pelatihan "Lubis" (pengrajin/tenaga ahli) Tiongkok yang efisien. Riset bersama akan memastikan bahwa teknologi yang dipelajari dapat diaplikasikan pada konteks industri dalam negeri.
Penguatan Diplomasi Ekonomi: Sinergi ini menguntungkan Tiongkok sebagai investor besar di Indonesia untuk mendapatkan pasokan tenaga kerja lokal yang kompeten tanpa harus mendatangkan banyak tenaga kerja asing (TKA) tingkat teknis, yang seringkali menjadi isu sensitif.
Implementasi Perpres 68/2022: Kerja sama ini menunjukkan agresivitas pemerintah dalam mengejar target revitalisasi vokasi. Fokus pada "kemitraan industri" memastikan bahwa pendidikan vokasi tidak lagi menjadi "pilihan kedua", melainkan mesin utama penggerak ekonomi.
Tantangan utama ke depan adalah memastikan distribusi manfaat kerja sama ini merata ke berbagai politeknik di luar Jawa, sehingga peningkatan kualitas SDM tidak terpusat di satu titik saja.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar