
Tragedi Longsor Cisarua: 4 Anggota Marinir Gugur, 19 Lainnya Luka-Luka
Schoolmedia News Bandung = Bencana tanah longsor melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang mengakibatkan puluhan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut menjadi korban. Dalam peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) malam tersebut, empat prajurit dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah dan bebatuan.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat sebanyak 23 personel Marinir sedang melaksanakan kegiatan latihan di wilayah pegunungan Cisarua. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bogor sejak sore hari diduga menjadi pemicu utama tidak stabilnya struktur tanah di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tebing yang berada di atas area peristirahatan para prajurit tiba-tiba runtuh. Material longsoran langsung menerjang tenda dan lokasi evakuasi sementara para personel. Karena kejadian berlangsung sangat cepat di tengah kegelapan, para prajurit tidak sempat menyelamatkan diri sepenuhnya.
Proses Evakuasi dan Korban
Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Bogor, serta relawan segera dikerahkan ke lokasi setelah mendapat laporan. Kondisi medan yang licin dan gelap menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban.
Berdasarkan data terbaru, berikut adalah rincian kondisi 23 personel yang menjadi korban:
- Meninggal Dunia: 4 orang (ditemukan tertimbun material longsor).
- Luka Berat: 7 orang (mengalami patah tulang dan trauma kepala).
- Luka Ringan: 12 orang.
Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RSUD Ciawi untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, korban luka-luka sedang mendapatkan perawatan intensif di RS AL Dr. Mintohardjo, Jakarta, dan sebagian di fasilitas kesehatan terdekat.
Respon Pimpinan TNI AL
Kadispenal menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para prajurit yang sedang menjalankan tugas negara tersebut. Pihak TNI AL menegaskan akan menanggung seluruh biaya pengobatan serta memberikan santunan penuh bagi keluarga korban yang gugur.
"Kami berduka sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam latihan ini. Saat ini fokus utama adalah memastikan korban luka mendapatkan perawatan terbaik dan mengurus pemakaman bagi prajurit yang gugur dengan penghormatan militer," ujar perwakilan TNI AL dalam keterangannya.
Evaluasi Keamanan Latihan
Pasca kejadian ini, akses menuju lokasi longsor ditutup total untuk kepentingan penyelidikan dan antisipasi longsor susulan. BPBD mengimbau masyarakat dan instansi yang melakukan kegiatan di area lereng untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan di wilayah Bogor diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
TNI AL juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait prosedur pemilihan lokasi latihan di tengah cuaca ekstrem guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar