Kemenag Batalkan Peringatan Isra Mi'Raj Karena Covid-19

Foto: Pixabay
Schoolmedia News, Jakarta - Kementerian Agama membatalkan rencana kegiatan peringatan Isra Mi'raj 1441 Hijriyah/ 2020 Masehi yang akan dilangsungkan di Aula HM Rasjidi Kemenag, Jakarta, 23 Maret, 2020.
"Mempertimbangkan kondisi terakhir di Jakarta dan dalam rangka ikut mencegah potensi penyebaran virus Corona penyebab Covid-19, kami memutuskan untuk membatalkan acara peringatan ini," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020.
Dia mengatakan prosesi peringatan semula akan digelar sederhana hanya menghadirkan sekitar 20 orang tapi disiarkan langsung oleh RRI, TVRI, TV MUI dan live streaming.
Menurut dia, pembatalan dilakukan juga seiring adanya Seruan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta No 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19).
Baca juga: Langka, Begini Cantiknya Strawberry Putih Asal Jepang
Kamaruddin mengatakan terdapat banyak cara memperingati Isra Mi'raj yang tidak harus dilakukan dalam bentuk seremonial. Terlebih, kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari adanya kerumunan massa.
"Salah satu hikmah Isra Mi'raj adalah perintah shalat lima waktu. Dan hikmah dari ibadah shalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari tingkatkan kualitas shalat kita agar berdampak pada kesalehan personal dan sosial," katanya.
Baca juga: 20.000 Militer Inggris Siaga, Ratu Elizabeth Mulai Cemas Karena Corona
Dia mengatakan bentuk praktik memperingati Isra Mi'raj itu seperti dengan peduli pada sesama sementara waktu menghindari kegiatan yang mengumpulkan massa dan berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19.
Peringatan Isra' Mi'raj tahun ini mengangkat tema "Merajut Ukhuwah dan Kerukunan Umat". Rencana awalnya, akan hadir sebagai penceramah Ketua Umum Mathla'ul Anwar KH Ahmad Sadeli Karim. Pembacaan doa akan dipimpin oleh Habib Salim Salahuddin bin Salim bin Ahmad bin Jindan.
"Kami minta maaf atas pembatalan acara ini," katanya.
Berita Lainnya:
529 Legislator dan 356 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Reformasi Pemilu Dinilai Mendesak
Ayo Segera Mendaftar! Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Diperpanjang Hingga 5 Juni 2026
Pedoman Hari Lahir Pancasila 2026, Presiden Pimpin Upacara Nasional di Jakarta