Hadyan F Ansori bersama Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (7/8). Foto: Kemenag
SCHOOLMEDIA NEWS, Jakarta - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo Hadyan F Ansori mengukir prestasi internasional dengan meraih medali perak pada "16th International Geography Olympiad" (IGeO) 2019 di Hongkong. Kompetisi ini diikuti 176 peserta dari 44 negara, dan berlangsung 30 Juli hingga 5 Agustus 2019.
“Selamat saya ucapkan atas prestasi yang berhasil dicapai. Sungguh membanggakan. Terima kasih atas prestasi yang telah dipersembahkan dan mengharumkan nama negara. Terus memotivasi diri memberikan prestasi terbaik untuk negeri tercinta,” ujar Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin saat menerima Hadyan di ruang kerjanya, kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.
Kementerian Agama, kata Kamaruddin, siap memberikan beasiswa di lembaga pendidikan tinggi agama baik dalam negeri maupun di lembaga pendidikan agama di luar negeri, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
"Tinggal disampaikan dan diuruskan saja terkait prestasi yang didapat,” kata Kamaruddin.
Baca juga: Indonesia Juara Umum Olimpiade Geografi Internasional
Kamaruddin mengatakan, pihaknya kagum dengan kemampuan Bahasa Inggris Hadyan. Apalagi, Hadyan dalam ajang kompetisi ini harus menyampaikan paparan dalam Bahasa Inggris.
“Belajar Bahasa Inggris-nya dimana?” tanya Kamaruddin.
“Saya belajar Bahasa Inggris melalui kursus dan membaca novel serta melalui games,” ucap Hadyan.
Hadyan kemudian menceritakan proses keikutsertaannya dalam IGeO 2019. Menurutnya, persiapan mengikuti lomba dilakukan sejak satu tahun lalu. Dia mendatangkan para alumni dan tenaga professional di bidang geografi untuk mengajarkan berbagai pelajaran terkait geogafi. Setiap hari Hadyan menghabiskan waktu dengan berlatih mengerjakan soal-soal geografi, biasanya sampai pukul 23 sampai 24 WIB.
“Sebelum berangkat ke Hongkong, kami juga diberi pembinaan oleh asisten dan dosen dari beberapa perguruan tinggi, seperti Fakultas Ilmu Kebumian, Institut Teknologi Bandung (ITB); Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan; Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai rangkaian persiapan lomba,” kata Hadyan.
Baca juga: Adith Rico Pradana Fokus Perbaiki Catatan Waktu di Kejurnas Atletik di Bogor
IGeO 2019 berlangsung dalam tiga babak tes. Pertama, "Written Response Test" atau tes tertulis. Di sini, kata Hadyan, peserta diminta mengerjakan tes secara tertulis dalam kurun waktu tertentu.
Kedua, "Fieldwork Test" atau tes lapangan. Pada tahap ini, peserta turun ke lapangan untuk mengobservasi daerah tertentu dan pada malam harinya, peserta melakukan analisis perencanaan terhadap daerah yang diobservasi tersebut.
Ketiga, "Multimedia Test" atau Tes Multimedia. Selain mengerjakan soal yang berhubungan dengan geografi, peserta juga diminta mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan pancaindra.
Tim Geografi Indonesia berhasil meraih juara umum IGeO 2019. Fernando dari SMA Sutomo 1 Medan dan Fayola dari SMA Methodist 3 Medan meraih medali emas. Sedangkan dua medali perak diraih Hadyan F. Anshori dari MAN IC Gorontalo dan Agista Kumala Dewi dari SMA Semesta BBS Semarang.
Tinggalkan Komentar