
Schoolmedia News Jakarta = Mahasiswa Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB), Yasmine Khalida Putri, meraih Juara 1 Student Awards dalam ajang 4th HIMKI Design Awards, pada Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di ICE BSD.
Prestasi
tersebut diraih melalui karya desain kursi santai "CHAIRKURU", yang
mengusung eksplorasi bentuk dudukan menyatu dengan pendekatan material
berkelanjutan berbasis rotan. Karya ini dinilai unggul oleh dewan juri
karena kekuatan konsep, inovasi material, serta kualitas realisasi
prototipe.
Yasmine,
yang akrab disapa Mine, merupakan mahasiswa semester 8 Desain Interior
ITB. Ketertarikannya pada desain interior dan furnitur telah tumbuh
sejak kecil, terutama melalui pengalaman menonton tayangan renovasi
hunian dan keterlibatan langsung dalam menata ruang bersama keluarga.
âSaya menikmati bagaimana proses rancangan dapat mengubah atmosfer ruang
dan pengalaman pengguna di dalamnya,â ujarnya.
Dalam perjalanannya di FSRD ITB, Yasmine aktif mengeksplorasi berbagai disiplin seni dan desain hingga akhirnya memfokuskan minatnya pada desain ruang dan objek. Ia mengungkapkan bahwa inspirasi dalam berkarya kerap datang dari fenomena keseharian. âSaya melihat banyak potensi dari kebiasaan manusia yang dapat menghasilkan solusi desain yang relevan dan akrab,â katanya.
Keberhasilannya meraih Juara 1 menjadi
pencapaian yang tidak terduga sekaligus membanggakan. âMenjadi Juara 1
di HIMKI Design Awards menjadi validasi besar bagi saya bahwa desain
yang saya rancang dapat diterima dan diapresiasi oleh industri,â ujar
Yasmine. Ia juga menilai pencapaian ini sebagai dorongan untuk terus
mengeksplorasi potensi desain lokal di tingkat global.
Proses
kompetisi yang diikuti Yasmine dimulai dari pengajuan proposal konsep
hingga tahap realisasi fisik karya. Dalam waktu produksi yang terbatas,
ia harus mengawal langsung proses pengerjaan di bengkel untuk memastikan
kualitas desain tetap terjaga. âDengan tenggat waktu sekitar 20 hari,
tantangan terbesar adalah manajemen waktu dan kerumitan teknis dalam
produksi, terutama karena bentuk dudukan kursi ini belum pernah dibuat
sebelumnya,â katanya.
Karya CHAIRKURU sendiri merupakan hasil pengembangan dari tugas mata kuliah Desain Mebel III. Desain ini memanfaatkan material Karuun® stripe, yaitu vinir rotan inovatif yang mengedepankan keberlanjutan.
âSaya
ingin membuktikan bahwa material alam seperti rotan dapat diolah
menjadi produk furnitur kontemporer yang memiliki daya saing tinggi,â
ungkap Yasmine.
Selain
memiliki karakter visual yang khas, kursi ini dirancang dengan
mempertimbangkan efisiensi produksi, kekuatan struktur, serta kenyamanan
pengguna. Bobotnya yang relatif ringan juga menjadi nilai tambah dalam
mendukung fleksibilitas penggunaan.
Yasmine
menilai bahwa karyanya memiliki potensi besar bagi industri furnitur
Indonesia. âChairkuru menjadi bukti bahwa material lokal seperti rotan
dapat naik kelas ke ranah global. Ini bisa mendorong industri untuk
beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan tanpa kehilangan nilai
komersial,â ujarnya.
Ke
depan, ia berencana mengembangkan desain ini menjadi rangkaian produk
furnitur dengan bahasa desain serupa, serta mengeksplorasi penerapan
prinsip desain yang telah dipelajarinya ke skala ruang yang lebih luas.
Saat ini, Yasmine juga tengah fokus menyelesaikan tugas akhir bertema
redesain ruang publik.
Melalui pencapaiannya, Yasmine turut membagikan pesan kepada mahasiswa dan desainer muda. âJangan ragu untuk mengeksplorasi tugas kuliah menjadi sesuatu yang lebih besar. Prosesnya memang tidak mudah, tetapi dari situlah kita belajar menghadapi tantangan nyata sebagai desainer,â ujarnya.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar