Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Ketika Musik Masih Berputar dari Kaset: Kisah Toko Kurnia Ilahi yang Menjaga Kenangan dan Pernah Menjadi Persinggahan Didi Kempot

author Andeliyumna
Jul 28, 2026 |
8 Dilihat

Schoolmedia News Solo - Di sudut Jalan Diponegoro, Solo, berdiri sebuah toko sederhana yang bagi sebagian orang mungkin tampak seperti bangunan tua biasa. Namun, bagi para pecinta musik era 1970-an hingga awal 2000-an, tempat itu adalah surga kecil yang penuh kenangan. Rak-rak kayunya pernah dipenuhi kaset pita, CD, hingga VCD dari berbagai genre musik. Di sanalah Toko Kaset Kurnia Ilahi tumbuh menjadi saksi perjalanan industri musik Indonesia. Bahkan, musisi legendaris Didi Kempot kerap datang dan menitipkan album-album terbarunya agar bisa sampai ke tangan para penggemar.

Pada masa kejayaannya, toko ini nyaris tak pernah sepi. Pelajar datang sepulang sekolah untuk mencari album idola, kolektor berburu rilisan langka, hingga para pedagang grosir dari berbagai kota membeli stok kaset dalam jumlah besar. Tak sedikit pelanggan yang rela naik bus atau menempuh perjalanan jauh hanya karena yakin koleksi di Kurnia Ilahi lebih lengkap dibanding toko lain. Dari musik pop Indonesia, rock Barat, keroncong, campursari, wayang, hingga lagu anak-anak, semuanya tersusun rapi di etalase. Bagi banyak orang, membeli kaset di sini bukan sekadar berbelanja, tetapi juga menjadi bagian dari ritual menikmati musik.


Keistimewaan Kurnia Ilahi tidak hanya terletak pada koleksinya. Toko ini juga menjadi tempat bertemunya para musisi dan penikmat musik. Didi Kempot termasuk salah satu yang memiliki hubungan dekat dengan toko ini. Setiap selesai merilis album baru, maestro campursari itu kerap menitipkan CD hasil karyanya di Kurnia Ilahi agar mudah dijangkau para penggemar. Sejumlah tokoh lain, mulai dari seniman hingga pejabat publik, juga pernah menjadi pelanggan setia. Hubungan yang terjalin bukan sekadar antara penjual dan pembeli, tetapi juga sesama pecinta musik yang saling menghargai karya.

Namun, waktu terus berjalan. Kehadiran layanan musik digital perlahan mengubah cara orang menikmati lagu. Kaset pita, CD, dan VCD yang dulu menjadi primadona mulai kehilangan tempat. Pandemi COVID-19 semakin memperberat keadaan. Pabrik-pabrik kaset berhenti berproduksi, stok tak lagi bisa ditambah, dan pelanggan datang semakin jarang. Agar usaha keluarga tetap bertahan, generasi penerus bahkan membuka usaha kuliner di bagian depan toko. Meski demikian, ribuan kaset asli masih tersimpan rapi sebagai saksi bisu masa ketika musik dinikmati dengan cara yang jauh berbeda dari hari ini.

_

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://mojok.co/liputan/sosok/toko-kaset-kurnia-ilahi-solo-tempat-didi-kempot-titip-jual-albumnya/

Di Balik Asap Industri: Kisah Buruh Pabrik Rokok yang Bertahan di Tengah Kenaikan Cukai dan Gempuran Rokok Ilegal
tokoh Selanjutnya
Di Balik Asap Industri: Kisah Buruh Pabrik Rokok yang Bertahan di Tengah Kenaikan Cukai dan Gempuran Rokok Ilegal
author Andeliyumna
Jul 28, 2026
Dari Kebiasaan Seorang Nenek, Lahir Warisan Berusia Seabad: Kisah Toko Wiwoho Menjaga Sejarah di Sudut Yogyakarta
tokoh Sebelumnya
Dari Kebiasaan Seorang Nenek, Lahir Warisan Berusia Seabad: Kisah Toko Wiwoho Menjaga Sejarah di Sudut Yogyakarta
author Andeliyumna
Jul 28, 2026

Komentar