Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Dari Kebiasaan Seorang Nenek, Lahir Warisan Berusia Seabad: Kisah Toko Wiwoho Menjaga Sejarah di Sudut Yogyakarta

author Andeliyumna
Jul 28, 2026 |
6 Dilihat

Schoolmedia News Yogyakarta - Di sisi barat Tugu Pal Putih Yogyakarta, berdiri sebuah toko sederhana yang telah menyaksikan pergantian zaman selama lebih dari satu abad. Bangunannya memang tak semegah pusat perbelanjaan modern, tetapi setiap sudutnya menyimpan cerita tentang ketekunan, tradisi, dan sebuah warisan keluarga yang terus dijaga lintas generasi. Toko itu adalah Toko Wiwoho, usaha keluarga yang dirintis sejak 1919 dan tetap bertahan hingga hari ini. Bagi keluarga pemiliknya, toko ini bukan sekadar tempat berdagang, melainkan bagian dari sejarah hidup yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semua bermula dari seorang perempuan bernama Tan Kwi Hua. Pada awalnya, ia menjalankan sebuah toko kelontong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Seiring waktu, keluarga melihat kebiasaan masyarakat saat itu, termasuk tradisi menggunakan tembakau susur yang digemari banyak perempuan lanjut usia. Dari kebiasaan sederhana itulah muncul peluang usaha baru yang perlahan mengubah arah perjalanan toko. Apa yang awalnya hanya menjadi pelengkap dagangan, kemudian berkembang menjadi identitas yang membuat Toko Wiwoho dikenal luas di Yogyakarta.


Perjalanan toko ini tidak selalu berjalan mulus. Selama lebih dari seratus tahun, Toko Wiwoho melewati masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, perubahan gaya hidup masyarakat, hingga hadirnya era digital. Tren konsumsi masyarakat berubah, generasi berganti, bahkan kebiasaan yang dahulu menjadi andalan perlahan memudar. Namun keluarga Wiwoho memilih tidak melawan perubahan. Mereka justru beradaptasi sambil mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu: kejujuran dalam berdagang, pelayanan yang ramah, dan menjaga kualitas usaha keluarga. Berkat prinsip itu, toko ini tetap menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Yogyakarta.

Kini estafet usaha telah sampai ke generasi keempat. Anak-anak muda dalam keluarga mulai mengambil peran dengan cara yang berbeda. Mereka memperkuat identitas merek, membuat logo baru, mengelola media sosial, dan memperkenalkan kembali sejarah toko kepada generasi muda. Mereka menyadari bahwa mempertahankan warisan tidak cukup hanya dengan menjaga bangunan tetap berdiri, tetapi juga memastikan kisah di baliknya terus dikenal. Perpaduan antara nilai tradisional dan pendekatan modern menjadi cara mereka menjaga agar usaha keluarga tetap relevan di tengah perubahan zaman.

_

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://mojok.co/liputan/sosok/103-tahun-toko-tembakau-wiwoho-berkah-dari-nenek-yang-suka-menyusur/

Ketika Musik Masih Berputar dari Kaset: Kisah Toko Kurnia Ilahi yang Menjaga Kenangan dan Pernah Menjadi Persinggahan Didi Kempot
tokoh Selanjutnya
Ketika Musik Masih Berputar dari Kaset: Kisah Toko Kurnia Ilahi yang Menjaga Kenangan dan Pernah Menjadi Persinggahan Didi Kempot
author Andeliyumna
Jul 28, 2026
Menjaga Warisan di Balik Senyum: Perjuangan Tukang Gigi Madura Melawan Zaman demi Sebuah Profesi Turun-Temurun
tokoh Sebelumnya
Menjaga Warisan di Balik Senyum: Perjuangan Tukang Gigi Madura Melawan Zaman demi Sebuah Profesi Turun-Temurun
author Andeliyumna
Jul 28, 2026

Komentar