Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Tak Pernah Ikut Bimbel, Anak Penjual Tahu Keliling Ini Justru Lolos ke ITB

author Andeliyumna
Jul 28, 2026 |
14 Dilihat

Schoolmedia News Jakarta - Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar meninggi, Saptono sudah bersiap mendorong gerobak tahunya menyusuri jalanan Kota Bandung. Dari satu gang ke gang lain, dari satu perumahan ke perumahan berikutnya, ia menjajakan tahu demi menghidupi keluarganya. Hasil yang dibawa pulang setiap hari tidak selalu besar, tetapi selalu cukup untuk memastikan anak-anaknya tetap bisa bersekolah. Di tengah kesederhanaan itu, ia menyimpan satu keyakinan: pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan. Keyakinan itulah yang kelak mengantarkan putri bungsunya, Mutiara Putri Azzahra, menembus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Mutiara tumbuh dalam keluarga yang memahami arti perjuangan. Melihat ayahnya bekerja keras setiap hari membuatnya sempat berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah. Baginya, bekerja setelah lulus SMA terasa lebih realistis agar bisa membantu perekonomian keluarga. Keinginan itu muncul bukan karena ia tidak memiliki cita-cita, melainkan karena ia tak ingin menjadi beban bagi kedua orang tuanya. Namun, para guru di sekolah melihat potensi besar dalam diri Mutiara. Ketika dinyatakan memenuhi syarat mengikuti SNBP, mereka mendorongnya agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dorongan sederhana itu menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.

Berbeda dengan banyak siswa lain yang mengikuti berbagai program bimbingan belajar, Mutiara mempersiapkan diri dengan cara yang jauh lebih sederhana. Ia mengandalkan pelajaran di sekolah, membaca buku-buku panduan yang dibelikan ayahnya, serta mencari penjelasan tambahan melalui internet ketika menemukan materi yang belum dipahami. Hampir setiap malam, ia belajar hingga larut dengan tekad untuk memberikan hasil terbaik. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru dari keterbatasan itu tumbuh kemandirian, disiplin, dan kebiasaan mencari solusi secara mandiri. Semua proses itu dilakukan tanpa keluhan, karena ia percaya setiap usaha akan menemukan jalannya sendiri.

Perjalanan itu juga dipenuhi doa yang tak pernah putus. Menjelang pengumuman SNBP, Saptono mengajak putrinya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan untuk beribadah dan memohon petunjuk kepada Tuhan. Di tengah segala keterbatasan, keluarga kecil itu memilih memperkuat ikhtiar dengan doa. Ketika pengumuman akhirnya tiba dan nama Mutiara dinyatakan lolos ke ITB, kebahagiaan memenuhi rumah sederhana mereka. Saptono hanya mampu mengucapkan syukur dan bersujud. Baginya, sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil kini menjadi kenyataan. Kekhawatiran mengenai biaya kuliah perlahan terjawab setelah Mutiara memperoleh bantuan melalui program KIP Kuliah, sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus mengubur mimpinya karena persoalan ekonomi.

Di balik keberhasilan tersebut, Mutiara tetap dikenal sebagai pribadi yang aktif dan peduli terhadap sesama. Selain belajar, ia terlibat dalam kegiatan organisasi keagamaan di sekolah dan mengajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang nilai atau diterima di kampus impian, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dapat membawa manfaat bagi orang lain. Sikap rendah hati itulah yang membuat kisahnya semakin menginspirasi. Ia membuktikan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang lengkap, melainkan dari kemauan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah.

Kini, gerbang ITB telah terbuka untuk Mutiara. Namun sesungguhnya, keberhasilannya bukan hanya miliknya seorang. Di balik jaket almamater yang akan dikenakannya, ada peluh seorang ayah yang setiap hari mendorong gerobak tahu, doa seorang ibu yang tak pernah berhenti berharap, dukungan para guru yang percaya pada potensi siswanya, dan keteguhan hati seorang anak yang memilih terus bermimpi meski hidup dalam keterbatasan

_

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber:https://www.kompas.com/edu/read/2026/07/25/172021171/kisah-mutiara-anak-penjual-tahu-keliling-diterima-fmipa-itb-lewat-snbp-tanpa

Bukan Sekadar Pentas Seni, LASCAR 2026 Menjadi Ruang Tumbuh 500 Siswa SMP Labschool Cibubur
tokoh Selanjutnya
Bukan Sekadar Pentas Seni, LASCAR 2026 Menjadi Ruang Tumbuh 500 Siswa SMP Labschool Cibubur
author Andeliyumna
Jul 28, 2026
Perjalanan Imke Maria Del Rosario Puling Mengejar Mimpi Menjadi Dokter Sekaligus Peneliti Dunia
tokoh Sebelumnya
Perjalanan Imke Maria Del Rosario Puling Mengejar Mimpi Menjadi Dokter Sekaligus Peneliti Dunia
author Andeliyumna
Jul 28, 2026

Komentar