Dari PHK ke Dapur Harapan: Perjalanan Anselmus Way Membangun Mimpi Lewat Keripik dan Ayam Geprek

Schoolmedia News Yogyakarta - Pandemi COVID-19 mengubah hidup banyak orang, termasuk Anselmus Way. Lulusan Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mendadak kehilangan pekerjaan akibat gelombang pemutusan hubungan kerja. belum sempat bangkit dari keterkejutan, ia kembali diuji dengan kepergian sang ibu. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Anselmus harus mengambil alih tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga dan memastikan pendidikan adik-adiknya tetap berjalan. di tengah situasi yang nyaris membuatnya putus asa, ia memilih bangkit, bukan menyerah.
Berbekal hobi memasak dan sisa keberanian yang dimilikinya, anselmus memulai usaha sederhana dari rumah. pilihannya jatuh pada keripik singkong pedas yang dipasarkan melalui jaringan pertemanan dengan sistem konsinyasi. modalnya bukan berasal dari investasi besar, melainkan tekad untuk terus bergerak. Sedikit demi sedikit produknya mulai dikenal. ketika pasar mulai berubah dan persaingan semakin ketat, ia tidak berhenti berinovasi. dari keripik singkong, lahirlah sambal kemasan, kemudian berkembang menjadi Ayam Geprek MAMOKA yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Yogyakarta.

Perjalanan bisnis Anselmus tidak berhenti pada satu produk. ia terus membaca kebutuhan pasar dan memperluas usahanya ke berbagai lini kuliner, mulai dari rice box, snack box, hingga makanan khas Sumatera Utara yang menjadi identitas kampung halamannya. berbagai produk tersebut dipasarkan melalui platform digital sekaligus masuk ke sejumlah pusat oleh-oleh di Yogyakarta. baginya, membangun usaha bukan hanya tentang memperoleh keuntungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menjaga cita rasa daerah agar tetap dikenal oleh masyarakat luas.
Sebagai lulusan ilmu sosial, Anselmus memandang kewirausahaan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. pengalaman pahit kehilangan pekerjaan justru membuatnya lebih memahami pentingnya menciptakan peluang di tengah keterbatasan. ia membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak selalu harus diwujudkan melalui pekerjaan kantoran. dengan keberanian mengambil risiko dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil mengubah dapur kecil menjadi fondasi sebuah usaha yang menopang ekonomi keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi orang lain.

Kisah Anselmus Way mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menemukan jalan baru. dari seorang korban PHK yang nyaris kehilangan harapan, ia menjelma menjadi pelaku UMKM yang terus berkembang melalui inovasi dan ketekunan. perjalanannya menjadi bukti bahwa ketika keberanian bertemu dengan kerja keras, keterpurukan dapat berubah menjadi peluang, dan dapur sederhana pun mampu melahirkan mimpi-mimpi besar.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-anselmus-way-korban-phk-yang-sukses-bangun-usaha-keripik-singkong/
Liputan Khusus Lainnya:
Dari Minum Air Keran hingga Menembus Belanda: Perjalanan Ahmad Rif'an Membuktikan Mimpi Tak Pernah Mengenal Kemiskinan
Dari Sawah ke Panggung Wisuda: Perjuangan Anak Petani Menjadi Lulusan Terbaik S2 UIN Walisongo
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia