Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Dari Sawah ke Panggung Wisuda: Perjuangan Anak Petani Menjadi Lulusan Terbaik S2 UIN Walisongo

author Andeliyumna
Jul 16, 2026 |
41 Dilihat

Schoolmedia News Semarang - Di sebuah desa yang jauh dari gemerlap kota, Nurul Fajriatussaadah tumbuh dengan mimpi yang sering dianggap terlalu tinggi. sebagai putri seorang petani dengan penghasilan yang tak menentu dan ibu yang mengajar mengaji, ia akrab dengan kehidupan sederhana. tak sedikit orang yang meragukan kemampuannya untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. bagi sebagian orang, menjadi anak petani dari pelosok desa berarti harus menerima kenyataan bahwa mimpi besar hanyalah angan-angan. namun, nurul memilih menjadikan keraguan itu sebagai bahan bakar untuk terus melangkah.

Kesempatan akhirnya datang melalui beasiswa yang mengantarkannya menempuh pendidikan sejak jenjang sarjana hingga magister di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. meski biaya kuliah terbantu, perjuangannya belum selesai. untuk memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah S2, nurul menjalani dua pekerjaan sekaligus secara paruh waktu dan work from home. pagi hingga sore ia mengikuti perkuliahan, malam hari bekerja, sementara akhir pekan dihabiskan menyelesaikan pekerjaan lepas. di tengah padatnya aktivitas, ia tetap berpegang pada satu prinsip sederhana: setiap tugas harus selesai sebelum tenggat waktu.

Rutinitas yang melelahkan itu perlahan membuahkan hasil. ketekunan, disiplin, dan kesungguhannya dalam belajar mengantarkan Nurul meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 sekaligus dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik jenjang Magister Program Studi Ekonomi Syariah pada wisuda UIN Walisongo periode Februari 2026. gelar yang dulu terasa mustahil kini menjadi kenyataan yang membanggakan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi kedua orang tua yang selama ini setia mendoakannya dari kampung halaman.

Momen paling mengharukan terjadi ketika nurul mengirimkan foto dirinya mengenakan selempang bertuliskan "Wisudawan Terbaik" kepada sang ayah. alih-alih berbicara panjang lebar, ayahnya hanya mengucapkan kalimat sederhana yang begitu membekas, bahwa doa yang selama ini dipanjatkannya akhirnya dikabulkan. bagi Nurul, keberhasilan itu bukan semata hasil kerja keras pribadi, melainkan buah dari doa, pengorbanan, dan keyakinan orang tua yang tak pernah berhenti percaya meski banyak orang meragukan masa depannya.

Perjalanan Nurul Fajriatussaadah menjadi pengingat bahwa latar belakang keluarga tidak pernah menentukan sejauh mana seseorang dapat melangkah. dari pematang sawah hingga panggung wisuda, ia membuktikan bahwa ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan, sementara doa orang tua dapat menjadi kekuatan terbesar dalam menggapai cita-cita. kisahnya bukan hanya tentang menjadi lulusan terbaik, tetapi tentang keberanian menolak menyerah ketika dunia mengatakan bahwa sebuah mimpi terlalu tinggi untuk digapai.

 

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://walisongo.ac.id/anak-petani-dari-pelosok-jadi-wisudawan-terbaik-s2-ekonomi-syariah-uin-walisongo-doa-bapak-dikabulkan/

Dari Minum Air Keran hingga Menembus Belanda: Perjalanan Ahmad Rif'an Membuktikan Mimpi Tak Pernah Mengenal Kemiskinan
tokoh Selanjutnya
Dari Minum Air Keran hingga Menembus Belanda: Perjalanan Ahmad Rif'an Membuktikan Mimpi Tak Pernah Mengenal Kemiskinan
author Andeliyumna
Jul 16, 2026
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia
tokoh Sebelumnya
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia
author Andeliyumna
Jul 15, 2026