Dari Jualan Lumpia di Kampus hingga Ekspor Keripik: Perjalanan Abdullah Dzikri Membangun Mimpi dari Agribisnis

Schoolmedia News Malang - Bagi Abdullah Dzikri, masa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai di ruang kelas. saat teman-temannya sibuk berpindah dari satu perkuliahan ke perkuliahan lain, ia justru membawa lumpia dagangannya berkeliling kampus. mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu tak malu menawarkan jualannya kepada teman-teman sekelas, bahkan berpindah ke fakultas lain demi mencari pembeli. di balik langkah sederhananya itu, tersimpan keyakinan bahwa ilmu kewirausahaan tidak cukup dipelajari dari buku, tetapi harus dipraktikkan secara langsung.
Pengalaman berdagang selama kuliah menjadi sekolah kehidupan yang membentuk mental bisnisnya. melalui proses belajar di Jurusan Agribisnis, Dzikri tidak hanya memahami teori pemasaran, tetapi juga dilatih menciptakan produk, menghitung biaya produksi, hingga memasarkan hasil karyanya kepada konsumen. ia bahkan aktif mengikuti kompetisi kewirausahaan dan berhasil meraih penghargaan atas inovasi produk olahan yang dikembangkannya. berbagai pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat sebelum terjun sebagai wirausahawan setelah lulus kuliah.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Dzikri memilih kembali ke desa dan melihat persoalan yang dihadapi para petani, yaitu harga hasil panen yang sering kali tidak stabil. ia kemudian mengembangkan usaha pengolahan buah dan sayuran menjadi keripik menggunakan teknologi vacuum frying. langkah itu tidak hanya meningkatkan nilai jual hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk petani dan ibu-ibu di desa. produk yang awalnya dipasarkan secara lokal perlahan berkembang hingga berhasil menembus pasar internasional, termasuk Singapura.
Keberhasilan tersebut tidak membuat Dzikri melupakan tujuan awalnya. baginya, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitar. ia percaya bahwa pertanian akan semakin maju apabila didukung inovasi, keberanian berwirausaha, dan kolaborasi dengan masyarakat. karena itu, ia terus mengembangkan produk olahan berbasis hasil pertanian lokal agar petani memperoleh nilai tambah dari setiap panen yang mereka hasilkan.

Kisah Abdullah Dzikri membuktikan bahwa langkah besar sering kali dimulai dari keberanian melakukan hal-hal kecil. dari menjajakan lumpia di sela-sela kuliah hingga mengirimkan keripik ke pasar luar negeri, ia menunjukkan bahwa semangat belajar, keberanian mencoba, dan kepedulian terhadap masyarakat dapat melahirkan kesuksesan yang berdampak luas. perjalanannya menjadi inspirasi bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu melahirkan pencipta peluang yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://umm.ac.id/dulu-jual-lumpia-di-kelas-kini-alumnus-umm-ekspor-keripik-buah-ke-mancanegara/
Liputan Khusus Lainnya:
Prof. Yohanes Surya: Fisikawan yang Membuktikan Anak Indonesia Mampu Menjadi Juara Dunia
Dari Sawah ke Panggung Wisuda: Perjuangan Anak Petani Menjadi Lulusan Terbaik S2 UIN Walisongo
Ketika Masa Tua Tak Lagi Sendiri: Perjalanan Gina Veterani Menghadirkan Kehangatan bagi Para Lansia