Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Ketika Membaca Menjadi Cara Merawat Diri: Perjalanan Hestia Istiviani Menularkan Cinta Literasi

author Andeliyumna
Jul 14, 2026 |
13 Dilihat

Schoolmedia News Jakarta = Bagi banyak orang, membaca adalah kegiatan yang dilakukan sendirian dalam keheningan. namun, bagi Hestia Istiviani, membaca justru menjadi cara untuk membangun hubungan antarmanusia. berangkat dari kecintaannya terhadap buku sejak kecil, perempuan lulusan ilmu informasi dan perpustakaan ini percaya bahwa kebiasaan membaca tidak harus lahir dari kewajiban, melainkan dari rasa senang. keyakinan itulah yang kemudian mendorongnya menginisiasi Baca Bareng Jakarta, sebuah komunitas yang mengajak siapa saja menikmati buku bersama di ruang publik tanpa tekanan untuk berdiskusi atau saling mengenal.


Perjalanan Hestia membangun gerakan literasi bermula dari pengalaman pribadi. saat merantau dan menjalani rutinitas di Jakarta, ia merasakan bahwa membaca seorang diri tidak lagi menghadirkan kenyamanan seperti ketika berada di rumah. dari situlah ia mengenal konsep Silent Book Club dan mengadaptasinya menjadi komunitas membaca bersama yang sederhana. pesertanya cukup datang membawa buku, membaca dalam suasana tenang, lalu pulang dengan pengalaman baru. tanpa disadari, konsep yang sederhana itu berhasil menarik banyak anak muda untuk kembali akrab dengan buku.


Bagi hestia, tantangan terbesar literasi di Indonesia bukan hanya soal rendahnya minat baca, tetapi juga cara pandang masyarakat terhadap aktivitas membaca. ia terus mengampanyekan gagasan bahwa membaca adalah bentuk rekreasi, bukan sekadar kewajiban akademik. menurutnya, kebiasaan membaca akan tumbuh ketika seseorang menemukan bacaan yang sesuai dengan minatnya dan menyediakan waktu khusus untuk menikmatinya, meski hanya beberapa menit setiap hari.


Semangat tersebut membuat hestia tidak berhenti pada satu komunitas. melalui media sosial, seminar, hingga berbagai kegiatan literasi, ia terus mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. baginya, perubahan budaya membaca tidak dapat dibangun dalam semalam. dibutuhkan konsistensi, ruang yang ramah, dan komunitas yang mampu membuat orang merasa bahwa membaca adalah aktivitas yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membebani.


Perjalanan Hestia Istiviani membuktikan bahwa gerakan besar sering kali lahir dari langkah yang sederhana. dari sebuah tikar di taman kota hingga komunitas yang menginspirasi banyak orang, ia menunjukkan bahwa literasi tidak selalu dimulai dari perpustakaan megah. terkadang, perubahan dimulai ketika satu orang mengajak yang lain untuk duduk bersama, membuka halaman pertama sebuah buku, dan menemukan bahwa membaca dapat menjadi cara untuk bertumbuh, terhubung, sekaligus merawat diri.

 

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber:  https://www.kompas.id/artikel/hestia-istiviani-menularkan-semangat-membaca?
 

Kaji Deferred Action di Kemendikdasmen, Herdiana Resmi Sandang Gelar Doktor dari FIA
tokoh Selanjutnya
Kaji Deferred Action di Kemendikdasmen, Herdiana Resmi Sandang Gelar Doktor dari FIA
author Andeliyumna
Jul 14, 2026
Ketika Membaca Menjadi Gerakan: Perjalanan Nabila Dwiputri Menghidupkan Literasi di Sudut-Sudut Surabaya
tokoh Sebelumnya
Ketika Membaca Menjadi Gerakan: Perjalanan Nabila Dwiputri Menghidupkan Literasi di Sudut-Sudut Surabaya
author Andeliyumna
Jul 14, 2026