Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Ketika Membaca Menjadi Gerakan: Perjalanan Nabila Dwiputri Menghidupkan Literasi di Sudut-Sudut Surabaya

author Andeliyumna
Jul 14, 2026 |
20 Dilihat

Schoolmedia News Surabaya = Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, ketika sebagian besar orang menghabiskan waktu luang dengan menatap layar gawai, Nabila Dwiputri justru memilih membuka lembar demi lembar buku. baginya, membaca bukan sekadar hobi, melainkan cara untuk memahami dunia. kecintaan itulah yang kemudian menggerakkannya membangun sebuah ruang sederhana bagi siapa pun yang ingin menikmati buku bersama. dari langkah kecil tersebut, lahirlah gerakan Baca di Surabaya, sebuah komunitas yang mengajak masyarakat kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Perjalanan nabila bermula dari pengalaman yang sederhana. ia menyadari bahwa masih banyak orang merasa canggung membaca buku di ruang publik. bahkan, tidak sedikit yang menganggap kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang aneh atau sekadar pencitraan. alih-alih menyerah pada stigma, nabila memilih mengubahnya menjadi gerakan positif. ia mengajak orang-orang berkumpul di taman, ruang terbuka, atau sudut kota lainnya untuk membaca bersama dalam suasana santai tanpa tuntutan berdiskusi. yang terpenting, setiap orang merasa nyaman menikmati buku pilihannya masing-masing.

Bagi nabila, membangun budaya literasi tidak harus dimulai dari perpustakaan megah atau program berskala besar. justru, perubahan bisa lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. melalui komunitas yang ia rintis, membaca perlahan berubah menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan. orang-orang yang sebelumnya asing satu sama lain dipertemukan oleh halaman-halaman buku, saling menginspirasi, dan menemukan bahwa membaca dapat menjadi jembatan untuk membangun relasi sekaligus memperluas wawasan.

Gerakan yang dibangun nabila juga menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang meningkatkan jumlah buku yang dibaca, tetapi juga menciptakan ruang yang membuat masyarakat merasa dekat dengan buku. di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ia percaya bahwa buku tetap memiliki tempat istimewa sebagai sumber pengetahuan, refleksi, dan empati. karena itu, ia terus mengajak semakin banyak anak muda untuk tidak ragu membawa buku ke ruang publik dan menikmati pengalaman membaca tanpa rasa sungkan.

Perjalanan Nabila Dwiputri menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah yang sederhana. mengajak satu orang membaca hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan secara konsisten, kebiasaan itu dapat menumbuhkan budaya literasi yang lebih kuat di masa depan. dari sudut-sudut Surabaya, nabila membuktikan bahwa buku bukan sekadar kumpulan halaman, melainkan jendela yang membuka harapan, mempertemukan manusia, dan menyalakan semangat belajar sepanjang hayat.

Penulis: Ashad Rizki

Editor: Ashad Rizki

Sumber: https://www.kompas.id/artikel/nabila-dwiputri-mari-membaca-di-surabaya?

Ketika Membaca Menjadi Cara Merawat Diri: Perjalanan Hestia Istiviani Menularkan Cinta Literasi
tokoh Selanjutnya
Ketika Membaca Menjadi Cara Merawat Diri: Perjalanan Hestia Istiviani Menularkan Cinta Literasi
author Andeliyumna
Jul 14, 2026
Pendiri NVIDIA Jensen Huang Masuk Daftar Tokoh Paling Berpengaruh di Era AI, Dorong Inovasi Teknologi Dunia
tokoh Sebelumnya
Pendiri NVIDIA Jensen Huang Masuk Daftar Tokoh Paling Berpengaruh di Era AI, Dorong Inovasi Teknologi Dunia
author Andeliyumna
Jul 13, 2026