Menjaga Nyala Animasi Indonesia: Perjalanan Hizaro Merawat Mimpi dari Yogyakarta

Schoolmedia News Yogyakarta = Bagi banyak orang, animasi hanyalah tontonan yang menemani masa kecil. namun bagi Hizkia Subiyantoro, atau yang akrab disapa Hizaro, animasi adalah jalan hidup yang layak diperjuangkan. tumbuh dari keluarga sederhana di Yogyakarta dengan ayah seorang kondektur kereta api dan ibu penjahit, Hizaro sudah akrab dengan dunia menggambar sejak usia lima tahun. dukungan orang tuanya membuat imajinasi yang semula hanya berupa coretan di tanah perlahan berubah menjadi cita-cita besar untuk berkarya di dunia animasi.
Kecintaannya terhadap animasi semakin kuat setelah berkesempatan mengikuti berbagai festival film animasi internasional. dari sana, Hizaro menyadari bahwa animasi bukan sekadar hiburan, melainkan media bercerita yang mampu menyampaikan gagasan, budaya, hingga persoalan kemanusiaan tanpa batas bahasa dan negara. pengalaman itu mengubah cara pandangnya sekaligus menumbuhkan tekad untuk ikut membangun ekosistem animasi Indonesia agar semakin dihargai di negeri sendiri.
Berbekal keyakinan tersebut, Hizaro mendirikan Craft Animfest, sebuah festival animasi yang menjadi ruang bertemunya animator, seniman, pelajar, dan masyarakat. Bahkan, ia rela menggunakan dana pribadinya untuk menjaga festival itu tetap berjalan. baginya, industri animasi tidak cukup hanya melahirkan karya, tetapi juga membutuhkan ruang apresiasi, kolaborasi, dan diskusi agar para pelakunya dapat terus tumbuh bersama.
Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, Hizaro percaya bahwa animator Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan negara lain. tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana membangun karakter karya yang autentik, memperkuat jejaring, dan menciptakan ekosistem yang saling mendukung. ia mengibaratkan industri animasi seperti semangkuk rawon; bukan hanya dagingnya yang harus berkualitas, tetapi seluruh unsur di dalamnya harus saling melengkapi agar menghasilkan cita rasa yang utuh.
Perjalanan Hizaro membuktikan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari perusahaan raksasa atau modal yang melimpah. terkadang, perubahan lahir dari keberanian satu orang yang percaya pada mimpinya dan memilih merawatnya dengan sepenuh hati. dari yogyakarta, Hizaro terus menyalakan harapan agar animasi Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kebanggaan yang mampu bersaing di panggung dunia.
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://mojok.co/liputan/hizaro-mencegah-matinya-industri-animasi-di-indonesia/
Liputan Khusus Lainnya:
Kaji Deferred Action di Kemendikdasmen, Herdiana Resmi Sandang Gelar Doktor dari FIA
Ketika Membaca Menjadi Cara Merawat Diri: Perjalanan Hestia Istiviani Menularkan Cinta Literasi
Ketika Membaca Menjadi Gerakan: Perjalanan Nabila Dwiputri Menghidupkan Literasi di Sudut-Sudut Surabaya