Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Kisah Reza, Cucu Tukang Parkir dan ART Asal Sendowo Diterima Kuliah Gratis di UGM

author Eko Schoolmedia
Jun 15, 2026 |



Schoolmedia News Jogyakarta =  Di sebuah rumah sederhana berukuran 80 meter persegi yang berdiri di atas tanah kas desa di kawasan Sendowo, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah mimpi besar dirawat dengan keteguhan yang sunyi. Di rumah itulah, Muhammad Novareza Sayyid Pratama (19) tumbuh dalam dekapan kasih sayang kakek dan neneknya.

Sejak belia, pasca-perceraian orangtuanya, Reza—begitu ia akrab disapa—dirawat oleh Surono (69) dan Amin Juminem (69). Kehidupan berjalan lambat dan bersahaja di keluarga ini. Surono sehari-hari mengais rezeki sebagai juru parkir, sementara Amin bekerja paruh waktu sebagai asisten rumah tangga (ART) dengan upah sekitar Rp 600.000 per bulan.

Bagi banyak orang, angka-angka kecukupan materi itu mungkin tampak mustahil untuk menopang pendidikan tinggi. Namun, di tangan sang nenek, keterbatasan finansial disulap menjadi bahan bakar semangat yang tak kunjung padam.

"Sejak SMP saya langganan masuk peringkat satu," ujar Reza, Jumat (12/6/2026), dengan nada bicara yang rendah namun menyiratkan percaya diri.

Remaja yang gemar membaca buku fiksi ini adalah bukti nyata bahwa ruang sempit dan keterbatasan ekonomi tak mampu memenjarakan pikiran. Di sekolah, dari jenjang dasar hingga menengah atas, nama Reza selalu bertengger di jajaran murid berprestasi.


Arisan dan Bekal Ganda


Perjalanan Reza menuju bangku kuliah tidak bertabur kemudahan. Ada keringat dan kecemasan yang kerap disembunyikan Amin Juminem di balik senyum tuanya. Demi memastikan cucu tercintanya tidak putus sekolah, Amin sering kali harus memutar otak, termasuk mengandalkan pinjaman dari uang arisan kampung.

"Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil," kenang Amin, mengingat masa-masa sulit itu.

Amin yang hanya lulusan sekolah dasar tidak pernah merasa inferior di hadapan tumpukan buku pelajaran cucunya. Ketika Reza harus pulang larut malam karena kegiatan organisasi atau belajar tambahan, Amin dengan setia duduk di sampingnya. Menemani, menjaga agar kantuk tidak mengalahkan sang cucu.

Keterbatasan uang saku juga disiasati dengan cara yang bersahaja. Setiap pagi, Amin menyiapkan kotak bekal untuk dibawa Reza ke sekolah. "Kadang kalau ada kegiatan sekolah dan pulang malam, saya bawa bekal dua untuk dimakan siang dan sore," timpal Reza sambil tersenyum.

Membayar Lunas Pengobatan

Kerja keras yang dipupuk bertahun-tahun itu akhirnya berbuah manis. Jerih payah Amin dan ketekunan Reza berujung pada pengumuman yang mengharu biru: Reza diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kebahagiaan keluarga ini kian lengkap karena Reza mendapatkan beasiswa UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100 persen. Ia resmi kuliah gratis di salah satu kampus terbaik negeri ini.

Bagi Reza, keberhasilan ini sepenuhnya milik sang nenek, sosok yang ia pandang sebagai pengganti ibu kandungnya.

"Nenek selalu mengusahakan yang terbaik untuk saya, meski kami dalam keterbatasan," ucap Reza pelan.

Kini, langkah kaki Reza menuju kampus UGM bukan lagi sekadar angan-angan di sudut rumah Sendowo. Kepada remaja lain yang sedang berjuang di tengah himpitan ekonomi, Reza menitipkan sepotong pesan optimistis.

"Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Di luar sana ada banyak beasiswa, teruslah berusaha," pungkasnya.

Tim Schoolmedia

Wakil Rektor ITB, Dr. A Rikrik Kusmara Terima Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Prancis
tokoh Sebelumnya
Wakil Rektor ITB, Dr. A Rikrik Kusmara Terima Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Prancis
author Eko Schoolmedia
Jun 12, 2026