Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Tim Mahasiswa ITB Raih Juara 1 dan Best Presentation di Ajang Lomba Petrolium INCEPTION 2026

author Eko Schoolmedia
May 21, 2026 |



Schoolmedia News Bandung = Tim Raja Firngawi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menorehkan prestasi di ajang Integrated Petroleum Competition (INCEPTION) 2026 yang diselenggarakan oleh yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) Undip Student Chapter dan Society of Exploration Geophysicists (SEG) Undip Student Chapter, dengan kolaborator Geoenergis.

Membawa karya berjudul "Pre Feasibility Study Zeta Geothermal Field", tim yang beranggotakan asal Jurusan Teknik Perminyakan yaitu Abhipraya Sava Oranto, Bryan Asa Sumirat, Raihan Firdaus Amoreza, dan Andika Sukmana asal Teknik Geofisika ini tak hanya meraih juara 1, tetapi juga menyabet penghargaan Best Presentation pada cabang Geothermal Development Plan Competition (GDPC).

INCEPTION merupakan kompetisi tahunan yang terbuka bagi mahasiswa S1 dari berbagai disiplin ilmu. Pada cabang GDPC, peserta ditantang merancang rencana pengembangan lapangan geotermal yang berkelanjutan dan dapat diimplementasikan berdasarkan studi kasus nyata, mulai dari tahap preliminary hingga final melalui penyusunan laporan dan presentasi langsung di hadapan dewan juri. Penilaian mencakup analisis geosains, perencanaan teknis, ekonomi proyek, serta prinsip keberlanjutan yang selaras dengan target Net Zero Emission 2060.

Tim ini terbentuk dengan pembagian peran yang terstruktur. Abhipraya menjabat sebagai project manager yang mengatur keseluruhan proyek, mulai dari perencanaan, koordinasi tim, hingga pengambilan keputusan. Bryan berperan sebagai drilling engineer yang merancang proses pengeboran sumur agar berjalan aman, efisien, dan mampu mencapai reservoir sesuai target. Andika sebagai geoscientist bertugas menganalisis data geologi, geokimia, dan geofisika untuk menentukan lokasi reservoir serta target pengeboran yang paling potensial. Sementara, Raihan sebagai power plant engineer bertanggung jawab merancang sistem pembangkit listrik agar energi panas dari reservoir dapat dikonversi menjadi listrik secara optimal.

Menurut Abhipraya, keikutsertaan mereka tak lepas dari inspirasi kakak tingkat yang sebelumnya pernah berprestasi di kompetisi serupa.

"Kami ingin melangkah lebih jauh dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Raihan menambahkan bahwa mata kuliah Teknik Geotermal yang sedang mereka tempuh turut memperkuat motivasi karena perhitungan power plant dari perkuliahan dapat langsung diterapkan dalam kompetisi.

Studi Lapangan Geotermal di Sokoria, Flores

Dalam kompetisi ini, tim mengangkat studi kelayakan awal lapangan geotermal di Desa Sokoria, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tantangan lapangan di sana cukup besar sebab kondisi medan yang sempit dan terjal, serta lokasinya yang berdekatan dengan permukiman warga, membuat perencanaan harus dilakukan secara cermat. Tim merancang penempatan kepala sumur yang mudah dirawat, memaksimalkan ekstraksi, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Dari sisi pengembangan, tim mengusulkan rencana dua fase dengan target kapasitas 50 MW menggunakan teknologi single flash, mengingat keterbatasan data yang tersedia. Andika selaku geoscientist bertugas menganalisis prospek luas lapangan yang menjadi pondasi seluruh perhitungan teknis tim. "Di tengah proses, kami sempat mengalami keraguan dan akhirnya aktif berkonsultasi dengan dosen serta kakak tingkat dan hal itulah yang menjadi titik balik pengerjaan kami," ujar Andika.

Proses pengerjaan tentu tidak berjalan mulus. Tim mengalami perubahan signifikan menjelang akhir kompetisi, terutama menyangkut pendekatan geolistrik yang digunakan sebagai basis analisis.

"Apabila pondasi analisisnya berubah, seluruh komponen lainnya pun ikut berubah," kata Bryan menggambarkan betapa dinamisnya proses revisi yang mereka jalani.

Kunci Best Presentation: Detail dan Sinergi

Penghargaan Best Presentation yang diraih bukan tanpa alasan. Di babak final yang diikuti enam tim, mereka tampil dalam durasi 15 menit dengan persiapan yang matang. Andika mengambil inisiatif menjadi operator presentasi secara mandiri, sehingga setiap poin dapat disampaikan lebih tepat waktu dan tegas. "Dengan batasan maksimal 20 slide, kami dituntut untuk benar-benar efisien dalam menyampaikan materi," katanya.

Dari sisi konten, kedalaman referensi menjadi nilai lebih di mata juri. Bryan menyebutkan bahwa setiap pilihan teknis didukung oleh jurnal-jurnal yang kuat. "Setiap keputusan teknis yang kami ambil memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kepada dewan juri," tuturnya.

Potensi Geotermal dan Tantangannya

Tim turut menekankan besarnya potensi energi panas bumi di Indonesia. Meskipun Indonesia merupakan produsen geotermal terbesar kedua di dunia, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Bryan menjelaskan bahwa energi geotermal masih sulit bersaing dengan energi fosil karena membutuhkan investasi awal yang tinggi, memiliki tingkat ketidakpastian yang besar, serta masih adanya anggapan bahwa pengembangan geotermal dapat merusak sumber air.

Bagi Raihan, kompetisi ini adalah yang pertama kali ia meraih juara. "Setiap pekan kami selalu menjalani sesi kerja kelompok, dan seluruh kerja keras tersebut akhirnya terbayarkan," katanya.

Abhipraya menambahkan pesan agar tidak setengah-setengah dalam mencoba. "Fokuslah sejak awal dan berikan yang terbaik. Masukan paling berharga justru datang di babak final, langsung dari para praktisi industri dan dewan juri," ujarnya.

Raihan menutup dengan pesan, โ€œJangan takut keluar dari zona nyaman. Keberhasilan yang kami raih merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten tanpa setengah-setengah.โ€

Tim Schoolmedia

Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition
tokoh Sebelumnya
Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition
author Eko Schoolmedia
May 16, 2026