Ribuan Penerbangan Terdampak, Soekarno-Hatta dan Halim Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Schoolmedia News – Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara mengalami gangguan setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan abu vulkaniknya menyebar ke ruang udara. Dampaknya terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan karena sebaran abu vulkanik dapat mengganggu operasional pesawat. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan sejumlah penerbangan ke bandara lain.
Di Bandara Soekarno-Hatta, pengelola bandara mencatat 1.039 penerbangan terdampak berdasarkan data yang diperbarui pada 6 September 2026 malam. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penerbangan yang dibatalkan, mengalami keterlambatan, maupun dialihkan pendaratannya.
Dari total penerbangan terdampak tersebut, sebanyak 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan kargo. Dampaknya dirasakan oleh sekitar 166.351 penumpang.
Soekarno-Hatta dan Halim Sempat Ditutup
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya dilakukan setelah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi di ruang udara.
Berdasarkan informasi penerbangan yang diperbarui, Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara mulai Minggu dini hari. Bandara Halim Perdanakusuma juga mengalami penutupan sementara pada pagi hari.
Selain kedua bandara tersebut, beberapa bandara lain di wilayah terdampak juga melakukan penyesuaian operasional, termasuk Bandara Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, dan Taufik Kiemas.
BMKG sebelumnya mendeteksi sebaran abu vulkanik yang membumbung hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah barat. Pada ketinggian lebih tinggi, abu juga terpantau bergerak ke arah barat daya.
Penumpang Terdampak Mendapat Layanan
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk membantu penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
Sejumlah layanan disiapkan, termasuk makanan dan minuman ringan serta fasilitas transportasi bagi penumpang yang membutuhkan perjalanan menuju hotel.
Bandara juga menyiapkan sejumlah area istirahat di terminal dan membuka posko untuk membantu koordinasi dengan penumpang serta maskapai.
Selain itu, disiapkan layanan bus gratis menuju beberapa kota seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya bagi penumpang terdampak.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi perhatian serius karena partikel abu dapat membahayakan operasional pesawat. Karena itu, penutupan sementara bandara dan penyesuaian penerbangan dilakukan sebagai langkah pencegahan.
AirNav Indonesia juga memperbarui informasi aeronautika terkait penutupan sementara ruang udara di sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Penumpang yang terdampak diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Perubahan jadwal dapat terjadi mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan hasil pemantauan sebaran abu vulkanik.
Erupsi Anak Krakatau tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas gunung api dapat berdampak luas terhadap transportasi udara, bahkan hingga ke sejumlah wilayah yang berada jauh dari sumber erupsi.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Keterbatasan Fasilitas, SDN 78 Manado Manfaatkan Bekas Ruang Kepala Sekolah
Lansia Tukang Tambal Ban Kehilangan Bansos, Namanya Tercatat Punya Mobil