Karhutla Riau 2026 Capai 18.582 Hektare, Bengkalis Jadi Wilayah Terparah
Schoolmedia News – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang 2026 telah mencapai 18.582,90 hektare. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat kebakaran tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota.
Sejak 1 Januari 2026, BPBD Riau mencatat terdapat 12.677 titik panas (hotspot) dan 618 titik api (fire spot) di wilayah Riau. Jumlah hotspot di seluruh Sumatera pada periode yang sama tercatat mencapai 45.775 titik.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 8.454,40 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan luas lahan terbakar 6.640,99 hektare.
Sementara itu, karhutla juga tercatat di Indragiri Hilir seluas 1.034,02 hektare, Indragiri Hulu 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 373,06 hektare, Kepulauan Meranti 217,45 hektare, Kampar 141,66 hektare, Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, dan Rokan Hulu 33,96 hektare.
Tinggal Tiga Wilayah Masih Terpantau Karhutla
Meski akumulasi luas kebakaran cukup besar, kondisi terkini mulai menunjukkan perbaikan. BPBD Riau menyebut titik karhutla yang masih terpantau berada di Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Titik api di tiga wilayah tersebut relatif tidak besar dan masih dalam penanganan petugas. Pemadaman terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali meluas.
Perhatian khusus diberikan pada kawasan lahan gambut. Petugas melakukan proses pendinginan setelah api di permukaan berhasil dipadamkan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersimpan di dalam tanah.
Langkah tersebut penting karena bara di lahan gambut dapat bertahan dan kembali memicu kebakaran apabila tidak benar-benar dipadamkan.
Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan
Selain pemadaman di darat, pemerintah juga masih menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla di Riau.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca masih mendukung munculnya titik api.
BPBD Riau mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada meskipun jumlah titik kebakaran aktif mulai berkurang. Pemantauan dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Karhutla di Riau menjadi perhatian karena sebagian besar wilayah terdampak memiliki lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus. Pencegahan, deteksi dini, pemadaman cepat, serta pemantauan pascakebakaran menjadi langkah penting untuk mengendalikan kebakaran.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Keterbatasan Fasilitas, SDN 78 Manado Manfaatkan Bekas Ruang Kepala Sekolah
Lansia Tukang Tambal Ban Kehilangan Bansos, Namanya Tercatat Punya Mobil
