Korupsi Pakan Hewan Berimbas ke Konservasi, Akademisi IPB Minta Tata Kelola Diperbaiki

Schoolmedia News – Dugaan korupsi anggaran pakan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Pakar dari IPB University menegaskan bahwa penyalahgunaan anggaran pakan hewan tidak dapat dipandang hanya sebagai pelanggaran administrasi, melainkan persoalan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan satwa, konservasi, hingga kepercayaan publik terhadap lembaga konservasi.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof. Arief Boediono, menyatakan bahwa satwa merupakan makhluk hidup yang memiliki kebutuhan dasar, seperti makanan, air, dan perawatan kesehatan. Karena itu, penyimpangan anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut berpotensi menyebabkan satwa mengalami kelaparan, stres, penurunan kesehatan, hingga gangguan reproduksi.
Menurutnya, dampak kasus seperti ini tidak berhenti pada kondisi satwa saja. Kualitas pengelolaan lembaga konservasi juga dapat menurun, menghambat upaya pelestarian spesies, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang memiliki tanggung jawab menjaga keanekaragaman hayati. Oleh sebab itu, tata kelola lembaga konservasi harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.
Prof. Arief menekankan bahwa kesejahteraan satwa (animal welfare) harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kebun binatang dan lembaga konservasi. Pendanaan yang memadai serta pengawasan yang ketat diperlukan agar kebutuhan satwa dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan fungsi konservasi tetap berjalan dengan baik.
Kasus dugaan korupsi pakan satwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab di sektor konservasi. Akademisi berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan, memperkuat integritas pengelola, serta memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan demi kesejahteraan satwa dan keberlanjutan konservasi di Indonesia.
-
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Pemprov DKI Gelontorkan Rp99,9 Miliar untuk Beasiswa LPDP, 100 Mahasiswa Siap Kuliah di 11 Negara
Pemprov Banten Perluas Akses Pendidikan, Siswa Putus Sekolah Kini Bisa Lanjut SMA Secara Daring
Mendikti Ajak PTN dan PTS Perbanyak Joint Degree, Lulusan Disiapkan Berdaya Saing Global