Cari

Gencarkan Kegiatan Aksara, Jumlah Buta Huruf di Pamekasan Turun 1.000 Jiwa

Ilustrasi kegiatan membaca merupakan salah satu program keangsaraan fungsional mampu menurunkan jumlah buta huruf di Pamekasan, Jawa Timur, Foto: Pixabay

 

 

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal dan Informal pada Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Pamekasan Sujud menyatakan, jumlah buta huruf di wilayah itu setiap tahunnya cenderung turun. Penurunan tersebut dari sekitar 17 ribu pada tahun 2017 menjadi 16 ribu jiwa di tahun berikkutnya.

"Ada penurunan sebanyak 1.000 jiwa dari kurun waktu 2017 hingga 2018," katanya di Pamekasan, Jawa Timur, Jumat, 22 Februari 2019.

Tahun ini, Disdik Pamekasan menargetkan sebanyak 1.000 orang, sehingga warga Pamekasan yang masih buta huruf hingga akhir 2019 nantinya sekitar 15 ribu orang.

 

Baca jugaDubes China Donasikan Perpustakaan untuk TK dan SD di Tangerang

 

Ia menjelaskan, pemberantasan buta huruf itu dilakukan melalui program keangsaraan fungsional (KF).

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut. Target utama kami untuk mengentaskan buta huruf masih di daerah Pantura. Dan yang paling banyak ada di Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean," kata ujud menjelaskan. 

Terkait penurunan jumlah buta huruf, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Moh Sahur Abadi meminta agar ke depan, Pemkab Pamekasan lebih serius dalam menekan angka buta huruf di wilayah itu.

"Kami dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap membantu warga apabila memang dibutuhkan," kata Sahur menjelaskan.

 

Baca jugaPenguatan Literasi Informasi dan Teknologi dalam Menghadapi Tantangan Baru di Era Adidata

 

Sebelumnya, pada 2014, jumlah warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang terdapat buta huruf sebanyak 33.326 orang. Mereka tersebar di 13 kecamatan di wilayah itu.

Warga Pamekasan yang terdata buta huruf itu antara umur 15 hingga 90 tahun, dan putus sekolah. Bahkan, sebagian di antaranya tidak pernah menempuh pendidikan formal sama sekali.

Dari jumlah warga buta huruf sebanyak 33.326 orang ini, sekitar 75 persen di antaranya masih dalam usia produktif, sedangkan 25 persen sisanya sudah masuk dalam kategori lanjut usia.

Sementara itu, dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, jumlah warga buta huruf terbanyak di Kecamatan Batumarmar sebanyak 12.614 orang, Kecamatan Pasean sebanyak 6.040 orang, dan ketiga ialah warga Kecamatan Waru yakni sebanyak 5.233 orang.

Sedangkan yang paling sedikit ialah ada di Kecamatan Galis, yakni sebanyak 613 orang, Kecamatan Pakong sebanyak 624 orang, dan Kecamatan Pademawu sebanyak 696 orang.

Program pemberantasan buta huruf oleh pemerintah melalui dinas pendidikan di Kabupaten Pamekasan ini melibatkan sekitar 40 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKPM), pondok pesantren, organisasi sosial dan organisasi keagamaan di Pamekasan, serta ibu-ibu PKK di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Lipsus Selanjutnya
Kuatkan Internet di 3T, Hari Ini Satelit Nusantara Satu Milik Indonesia Meluncur ke Orbit di Atas Papua
Lipsus Sebelumnya
41 Masjid Terindikasi Radikalisme, Kemenag Imbau Masjid Tak Dimanfaatkan Dakwah Negatif

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar