
Schoolmedia News Bali = Kualitas data pendidikan menjadi sorotan utama pemerintah. Menanggapi sejumlah temuan ketidakakuratan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Hasil Dapodik pada Program Prioritas PAUD. Kegiatan ini digelar dalam dua angkatan, yakni pada 13–15 April 2026 di Jimbaran Bay Beach Resort dan 16–18 April 2026 di Novotel Tangerang City.
Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil Rapat Koordinasi Nasional yang dilaksanakan awal bulan ini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, masih ditemukan berbagai permasalahan krusial, terutama di wilayah Indonesia Barat dan Tengah yang menjadi fokus perbaikan saat ini.
Direktur PAUD, Kurniawan, menegaskan bahwa data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang merata dan berkeadilan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan pentingnya tata kelola berbasis data yang akurat dan mutakhir.
"Data yang valid bukan sekadar administrasi, melainkan dasar utama bagi perencanaan program dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Ketidakakuratan data akan berdampak langsung pada efisiensi distribusi sumber daya pendidikan," ujar Kurniawan dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, Senin (13/4).
Sejumlah Permasalahan Ditemukan
Dalam pemaparan materi, terungkap beberapa persoalan mendasar yang masih menghambat integritas data. Salah satu yang paling mencolok adalah masih tercatatnya satuan pendidikan yang sudah tidak beroperasi namun statusnya masih aktif dalam sistem. Hal ini tentu menimbulkan bias dalam analisis data nasional.
Selain itu, masalah legalitas aset menjadi pekerjaan rumah yang berat. Banyak lahan sekolah negeri yang status kepemilikannya belum bersertifikat atau masih atas nama pribadi, sehingga menghambat pemutakhiran data sarana dan prasarana.
"Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan pemahaman teknis operator di lapangan. Kesalahan dalam input data, seperti perhitungan luas bangunan dan lahan yang tidak sesuai kondisi riil, sering terjadi karena kurangnya kompetensi teknis," papar narasumber dari tim Dapodik.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan bimtek ini secara khusus mengundang operator Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan yang memiliki indikator kualitas data masih rendah. Mereka diberikan pelatihan intensif mulai dari aspek kebijakan, teknis pengelolaan data, hingga strategi verifikasi lapangan.
Materi yang disampaikan mencakup penguatan tata kelola data dari Pusdatin Kemendikdasmen, strategi peningkatan kualitas Dapodik, hingga pemanfaatan data tersebut untuk mendukung program prioritas nasional.
Peran Operator sebagai Garda Terdepan
Kurniawan menekankan bahwa operator sekolah dan dinas memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam perbaikan data ini. Oleh karena itu, kapasitas mereka harus ditingkatkan agar mampu melakukan verifikasi yang lebih ketat dan teliti.
"Kami berharap para peserta tidak hanya memahami teknis, tetapi juga mampu mengimbaskan atau menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada satuan pendidikan lain di wilayah masing-masing. Ini adalah kunci keberlanjutan perbaikan data," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun sinergi yang kuat antara pusat dan daerah. Diharapkan, data Dapodik ke depannya akan semakin valid, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan data yang bersih dan akurat, perencanaan program pembangunan pendidikan PAUD dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang didanai melalui DIPA Direktorat PAUD ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (action plan) oleh masing-masing perwakilan daerah untuk memastikan perbaikan data segera direalisasikan di tingkat operasional.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar