Geraja Katedral Notre - Dame, Paris, Perancis, terbakar pada Senin (15/4), waktu setempat. Sumber: mythicmedicine/IG
Kebakaran besar melanda Gereja Katedral Notre-Dame pada Senin (15/4) waktu setempat. Peristiwa kebakaran ini menghancurkan bagian atap yang menjadi salah satu simbol bersejarah bagi Paris. Api yang mulai berkobar pada petang dengan cepat menghanguskan dan menghancurkan bagian atap bangunan. Selain itu, api juga mengenai menara pada gereja tersebut.
Dalam peristiwa itu, petugas keamanan setempat segera memasang tali pembatas dan mencegah para warga untuk melihat dari jarak dekat.
"Kami belum bisa memastikan apakah bisa menghentikan kebakaran yang merembet ke menara lonceng," kata seorang petugas pemadam.
Para pemimpin dunia menyampaikan keterkejutan mereka dan mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada rakyat Prancis. Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, seluruh bangsa sedang berduka.
"Seperti seluruh anak bangsa, malam ini saya berduka menyaksikan bagian dari kami terbakar," cuitnya di Twitter.
Terlihat, asap membumbung di atas kota dan abu berjatuhan. Orang-orang terkesiap menahan nafas saat puncak menara terlipat dan tertelan api.
Sekitar pukul 19.30 GMT, hampir tiga jam sejak api merebak, juru bicara dinas pemadam kebakaran mengatakan, 90 menit berikutnya akan menjadi detik-detik sangat penting menyaksikan bagaimana kekuatan kobaran api.
"Biasanya seluruh atap musnah. Saya tidak melihat ada harapan atas bangunan ini," kata seorang saksi mata, Jacel Poltorak. Jacel menyaksikan api dari balkon lantai lima yang berjarak lima blok menghadap bagian depan katedral. Lokasi ini merupakan salah satu tempat di Prancis yang paling banyak mendapat kunjungan.
Petugas pemadam kebakaran berusaha menguasai kobaran api dengan menyiram air dan mengosongkan kawasan di sekitar Notre-Dame. Gerjea ini tereltak di tengah Sungai Seine dan tepat di tengah-tengah kota Paris. Para saksi mata mengatakan bahwa seluruh tempat di Ile de la Cite itu sudah dikosongkan.
Tidak seorang pun yang cedera, kata menteri muda dalam negeri, Laurent Nunez di lokasi kejadian.
"Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kebakaran," kata Nunez.
Penuntut umum di kota tersebut memerintahkan petugas melakukan penyelidikan. Sementara, kepolisian setempat memperkirakan, kebakaran ini terjadi karena kecelakaan.
"Semuanya runtuh" kata polisi di dekat tempat kejadian sementara api masih terus membakar katedral.
Dinas Keamanan Masyarakat Prancis, kemungkinan menanggapi saran Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar dinas kebakaran "bertindak cepat" dan menerbangkan tanki air. Cara tersebut, kata petugas setempat, tidak dipilih karena khawatir akan menghancurkan seluruh bangunan.
"Helikopter atau pesawat dengan bobot air yang dijatuhkan dengan ketinggian rendah kemungkinan akan melemahkan struktur Notre-Dame dan menimbulkan kerusakan di sekeliling bangunan," demikian cuitan di Twitter.
Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut katedral itu sebagai "lambang Prancis dan budaya Eropa kami." Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan memberi simpati bagi warga Prancis dan para petugas yang berjuang memadamkan kobaran api.
Vatikan mengatakan, kebakaran pada "Lambang Kekristenan di Prancis dan dunia" sangat mengejutkan dan menyedihkan serta berdoa bagi para petugas.
Dari tempat kejadian, Wali Kota Paris Anne Hidalgo mengatakan bahwa banyak karya seni di dalam katedral diselamatkan dan kini di simpan di tempat yang aman.
Katedral ini dibangun pada abad 12, dan sempat muncul dalam novel klasik Victor Hugo "Si Bungkuk dari Notre-Dame" Gereja ini menjadi salah satu warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO dan setiap tahun dikunjungi oleh jutaan wisatawan.
Salah seorang saksi mata yakni Samantha Silva mengatakan, bahwa banyak rekan yang tinggal di luar Perancis, sering mendatangi gereja ini.
"Saya punya banyak teman yang tinggal di luar negeri dan setiap saat mereka datang saya minta mereka mengunjungi Notre-Dame. Saya sering mengunjunginya, kini tidak akan sama lagi. Ini lambang sejati Paris," kata Samantha Silva, dengan air mata menggenang.
Pada saat ini juga merupakan hari-hari penting bagi umat Katolik di seluruh dunia yang merayakan Pekan Suci memperingati kebangkitan Kristus. Kardinal Prancis menyerukan kepada seluruh pastor di Paris untuk membunyikan lonceng gereja sebagai penanda solidaritas bagi Notre-Dame.
Katedral tersebut sedang dalam pemugaran, dibangun pada 1163, dan disebut sebagai salah satu yang terbaik dari arsitektur Gotik Prancis.
Tinggalkan Komentar