Banjir dan Tanah Longsor Melanda Delapan Kecamatan di Malang, Puluhan Rumah Mengalami Kerusakan

SchoolmediaNews - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Senin (2/11/2026) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah. Bencana tersebut berdampak pada delapan kecamatan dan mengakibatkan puluhan rumah warga terendam maupun mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa akses jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, delapan kecamatan yang terdampak meliputi Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar adalah Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Sebanyak 58 rumah warga dilaporkan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kedung Ondo setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut. Ketinggian air mencapai sekitar mata kaki dan turut menggenangi lahan persawahan seluas kurang lebih 50 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa peningkatan debit air sungai akibat hujan berkepanjangan menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 168 jiwa terdampak genangan tersebut. Kerugian akibat banjir di Desa Lebakharjo diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Ampelgading. Material longsoran dan pohon tumbang sempat menutup akses jalan menuju Desa Lebakharjo sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Namun, setelah dilakukan penanganan, akses jalan mulai kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dampak bencana juga dirasakan masyarakat Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Di Desa Klepu, longsor terjadi pada jalan penghubung menuju Desa Polaman, Kecamatan Dampit. Material tanah yang bergerak turut menyebabkan kerusakan berat pada salah satu rumah warga, terutama bagian dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.
Sementara itu, di Kecamatan Bantur, longsor terjadi di Desa Sumberbening dan mengancam keberadaan tiang listrik. Banjir juga menyebabkan tembok penahan jembatan penghubung Desa Pringgondani dan Rejosari mengalami kerusakan. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Pagelaran, tepatnya di Desa Kademangan, ketika luapan Sungai Lesti menggenangi jalan desa serta beberapa bangunan milik warga, termasuk dua warung.
Di Kecamatan Tirtoyudo, longsor sempat menutup sebagian badan jalan di Dusun Krajan, Desa Tirtoyudo. Longsor lainnya juga terjadi di Desa Purwodadi dan mengenai tebing di sekitar halaman rumah warga. Adapun di Kecamatan Donomulyo, sebuah rumah di Desa Banjarejo mengalami kerusakan pada bagian teras akibat tertimpa material longsoran.
Kerusakan infrastruktur juga ditemukan di Kecamatan Turen. Jembatan penghubung Desa Sanankerto dengan Desa Jambangan dilaporkan mengalami kerusakan hingga sebagian badan jalannya ambrol. Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi masyarakat terganggu dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sumber: Detik.com
Penulis berita awal: Detik.com
Editor: Tidak dicantumkan
Penyunting: Melia Susilawati
Berita Lainnya:
Jokowi Berpeluang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, Begini Penjelasan Yusril
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Schoolmedia Paparkan Strategi Pembelajaran Berbasis Data di Rakor MKKS SMK Lampung Tengah
Sikap Ganjar Pranowo Terkait Putusan MA yang Membatalkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah Gibran