Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Nasehat Pernikahan Pak Menteri untuk Ami dan Fatur, Menautkan Dua Arsitektur Jiwa di Bawah Langit Taman Mini Indonesia Indah

author Andeliyumna
Oct 04, 2026 |
5 Dilihat

JAKARTA, Schoolmedia — Cahaya lampu gantung di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, merembas hangat pada Sabtu (3/10/2026) siang. Di antara riuh rendah gema ucapan selamat dan lantunan doa yang membumbung, dua anak manusia duduk bersanding di pelaminan: Javier Noor Utami, S.Ars, B.Arch., dan Muhamad Jusuf Faturahman, S.Si., B.Sc.

Pernikahan bukan sekadar ritus perayaan dua sejoli, melainkan sebuah prosesi penautan dua lanskap pemikiran dan latar belakang keluarga besar. Ami, seorang arsitek muda lulusan mancanegara, merupakan putri dari Dr. H. Agus Supriyanto, S.T., M.T., dan Dr. Hj. Hernita, S.T., M.Sc. Sementara Fatur, ilmuwan muda berlatar sains, adalah putra dari Dr. H. Firman Bachtiar, MM., dan Hj. Dian Pratiwi.


Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruang ballroom sejak pukul 11.30 WIB. Sanak saudara, sahabat, hingga jajaran tokoh nasional hadir memberikan restu, menjalin silaturahmi yang memanjangkan kehangatan.


Pesan Kebangsaan dari makna membangun mahligai Rumah Tangga yang disampaikan Pak Menteri menjadi refleksi tidak saja untuk kedua mempelai tetapi seluruh undangan yang hadir. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang menyampaikan nasihat pernikahan menyentuh relung hati.


Dalam untaian kalimat yang sarat makna sastra dan kedalaman spiritual, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pernikahan dalam Islam adalah bentuk penyempurnaan iman.


"Pernikahan itu bukan sekadar adat, melainkan syariat dan ikatan luhur," tutur Abdul Mu’ti di hadapan ratusan tamu undangan. Mengutip hadis Nabi, ia mengingatkan bahwa ijab kabul yang terucap menandai terpenuhinya separuh agama, sementara separuhnya lagi diuji melalui jalan ketakwaan bersama.


Secara khusus, Abdul Mu’ti menggarisbawahi empat simpul ikatan (aqdun nikah) yang menjadi pilar keutuhan rumah tangga: ikatan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, ikatan kasih sayang antara suami dan istri, ikatan kekeluargaan yang memperluas tali silaturahmi, serta ikatan kemasyarakatan.


Bagi sang Menteri, rumah tangga merupakan unit terkecil namun paling fundamental dalam membangun fondasi sebuah bangsa. "Bangsa yang kuat lahir dari keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Pendidikan teragung tidak bermula dari ruang kelas, melainkan dari hangatnya keteladanan di dalam rumah," tegasnya.


Pusara Silaturahmi Tokoh Pendidikan dan Tokoh Publik


Perhelatan ini juga menjadi ajang perjumpaan hangat bagi para pemangku kepentingan di dunia pendidikan dan kebijakan publik. Tampak hadir di antara deretan tamu undangan,  Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan PNFI  (PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, Ph.D., serta Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D. dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus/Vokasi.


Kehadiran Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Didik Suhardi, dan Maaruf El Rumy serta Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, semakin mempertegas kehangatan ikatan kekeluargaan yang terjalin. Sejumlah pejabat eselon II dari lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut memberikan doa restu secara langsung.


Di tengah kesibukan para tokoh bangsa tersebut, acara yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB ini menyajikan atmosfer yang tetap cair dan penuh kekeluargaan. Senyum mengembang dari kedua pasang orang tua mempelai saat menerima sapaan dan jabat tangan erat dari para tamu yang hadir.


Mengarungi Bahtera Baru


Bagi Ami dan Fatur, garis awal kehidupan berumah tangga kini resmi dibentangkan. Latar belakang keilmuan arsitektur yang mengedepankan presisi serta keindahan struktur pada diri Javier, berpadu dengan ketelitian serta pola pikir analisis sains yang dimiliki Fatur, menjadi modal berharga dalam merancang masa depan.


Saat alunan musik penutup mengiringi penghujung acara, ucapan Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khair terus mengalir. Dari The Krakatau Grand Ballroom TMII, sebuah ikatan suci telah ditautkan—menjadi awal dari kisah panjang tentang komitmen, pengabdian, dan pembangunan peradaban kecil bernama keluarga.


Penulis : Eko B Harsono 



Khawatir Kerugian Warga dan Kedaulatan Hukum, Hotman Paris Tolak Ketentuan Pengakuan Putusan Pengadilan Asing dalam RUU HPI
Berita Sebelumnya
Khawatir Kerugian Warga dan Kedaulatan Hukum, Hotman Paris Tolak Ketentuan Pengakuan Putusan Pengadilan Asing dalam RUU HPI
author Andeliyumna
Sep 29, 2026

Komentar