Tinjau Kasus Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Tuntut Investigasi Transparan dan Bebaskan Biaya Pengobatan Korban

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk meninjau secara langsung penanganan ratusan warga yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang.
Wapres menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan seluruh korban. Pemerintah menjamin seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya agar tidak membebani keluarga pasien, baik bagi yang masih dirawat di fasilitas kesehatan maupun pasien rawat jalan yang mengalami keluhan susulan.
Selain penanganan medis, Gibran mendesak agar proses investigasi penyebab keracunan segera dituntaskan dan diumumkan secara transparan kepada publik. Hal ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait standar keamanan pangan, higienis dapur, durasi pengolahan, serta rantai distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus dugaan keracunan ini menimpa sebanyak 276 warga—terdiri dari siswa, orang tua, hingga lansia—setelah mengonsumsi menu MBG pada 23 September 2026. Penanganan korban didistribusikan ke empat fasilitas kesehatan setempat, termasuk RSU Limpung dan RSUD Kalisari Batang.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menemukan indikasi pelanggaran SOP dalam pengolahan telur serta kelalaian kebersihan di dapur MBG Bawang. Sebagai langkah tegas, BGN telah membekukan operasional dapur tersebut dan mencopot Kepala SPPG Bawang dari jabatannya.
Sumber berita : cnnindonesia.com
Berita Lainnya:
Atasi Kemiskinan Petani dan Kerusakan Lingkungan, Pemprov Jabar Siap Kelola Lahan PTPN-Perhutani dan Gaji Petani Rp2,5 Juta
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Uang Ratusan Juta Terkait Kasus Suap HGB