Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Alasan Jepang Sangat Sering Dilanda Gempa

Schoolmedia News – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 kembali mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada 28 Juli 2026. Guncangan kuat tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta memicu peringatan tsunami dan rangkaian gempa susulan. Peristiwa ini kembali menimbulkan pertanyaan mengapa Jepang menjadi salah satu negara yang paling sering mengalami gempa bumi.
Menurut para ahli, penyebab utama Jepang sangat rawan gempa adalah letaknya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Jalur ini merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik paling aktif di dunia, membentang mengelilingi Samudra Pasifik dan mencakup negara-negara seperti Jepang, Indonesia, Filipina, hingga Selandia Baru. Kondisi tersebut membuat gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami lebih sering terjadi dibandingkan wilayah lain.
Selain berada di Ring of Fire, Jepang juga terletak di pertemuan empat lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Amerika Utara. Interaksi antarlempeng tersebut menyebabkan tekanan geologi yang terus berlangsung dan memicu aktivitas seismik secara rutin. Di wilayah Jepang juga terdapat lebih dari 2.000 patahan aktif yang berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan besar.
Faktor lain yang membuat Jepang memiliki aktivitas geologi tinggi adalah keberadaan sekitar 110 gunung berapi aktif, atau sekitar 7 persen dari total gunung berapi aktif di dunia. Aktivitas vulkanik tersebut berkaitan erat dengan proses pergerakan lempeng tektonik yang juga menjadi pemicu gempa bumi.
Meski sering diguncang gempa, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem mitigasi bencana terbaik di dunia. Pemerintah menerapkan standar bangunan tahan gempa, sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan sejak usia sekolah, serta latihan evakuasi secara berkala. Berkat kesiapsiagaan tersebut, dampak korban dan kerusakan akibat gempa dapat ditekan meskipun negara itu terus menghadapi ancaman aktivitas seismik yang tinggi.
_
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Berita Lainnya:
Tokoh Nasional dan Pelaku Industri Berkumpul di Seminar Wisuda UT, Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Gubernur Sherly Tegur Kepala Sekolah, Dana BOS Capai Rp1 Miliar tetapi Fasilitas Masih Rusak
BRIN Temukan Spesies Begonia Baru, Dinamai Begonia hattae untuk Mengenang Bung Hatta