
Pemerintah meluncurkan Kompetisi Kreasi Gerak dan Lagu âRukun Sama Temanâ untuk menanamkan nilai empati dan kolaborasi. Hal ini menjadi implementasi konkret dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.
JAKARTA Schoolmedia â Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Gerakan Rukun Sama Teman sebagai upaya sistematis membangun lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), pemerintah menyelenggarakan kompetisi kreatif berbasis seni dan digital untuk mengarusutamakan nilai kerukunan di kalangan peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muâti menegaskan, penciptaan sekolah yang aman tidak lagi hanya bertumpu pada penguatan tata kelola fisik atau administratif. Fokus utama kini beralih pada pembiasaan nilai-nilai positif dalam keseharian murid sebagai benteng pertahanan karakter bangsa.
"Rukun sama teman itu adalah pesan langsung dari Bapak Presiden. Beliau menitipkan pesan agar anak Indonesia belajar dengan baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air," ujar Muâti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Pesan kepala negara tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tema lagu dan jingle yang menjadi instrumen edukasi publik. Muâti menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman. Regulasi tersebut mengamanatkan pentingnya empati, kolaborasi, dan kerukunan sebagai fondasi utama iklim pembelajaran.
Strategi Kebudayaan
Kepala Puspeka Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menyatakan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai strategi penguatan budaya positif yang inklusif. Menurut dia, seni merupakan media paling efektif untuk menyentuh aspek afektif siswa di tengah tantangan perundungan dan intoleransi di lingkungan pendidikan.
âKami ingin menanamkan nilai rukun sebagai kebiasaan sehari-hari. Budaya sekolah yang aman harus dimulai dari relasi yang sehat antarteman. Partisipasi aktif sekolah dalam ajang ini adalah bentuk konkret implementasi kebijakan yang menempatkan rasa saling menghargai sebagai ruh proses pembelajaran,â kata Rusprita.
Enam Kategori Utama
Kompetisi ini mencakup enam kategori utama, yakni Gerak Lagu, Paduan Suara, Band, Challenge Ide Koreo Kreatif, Videoklip Animasi, dan Video Pendek. Pemerintah menyediakan total apresiasi sebesar Rp112,5 juta bagi para pemenang sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas murid.
Aspek inklusivitas menjadi sorotan dalam ajang ini. Peserta tidak hanya dibatasi pada jenjang pendidikan formal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB), tetapi juga menjangkau Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Dengan melibatkan murid di mancanegara, Kemendikdasmen berharap nilai keindonesiaan yang rukun dan toleran dapat tetap terjaga di mana pun anak bangsa berada. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek bola salju dalam membangun ekosistem pendidikan yang memanusiakan manusia.
Informasi teknis mengenai mekanisme pendaftaran telah disediakan pemerintah melalui laman resmi Cerdas Berkarakter pada tautan
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar