Kemristekdikti: ASEAN Harus Ambil Peran dalam Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi perkembangan teknologi digital di Revolusi Industri 4.0, Foto: Pixabay
Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi mengatakan negara-negara ASEAN harus mengambil peran dalam revolusi industri 4.0.
"Presiden Joko Widodo saat pertemuan KKT ASEAN di Bangkok mengingatkan agar negara-negara di Asia Tenggara mengambil peran dalam merespons revolusi industri 4.0," ujar Nada di sela-sela ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI-76) di Nusa Dua, Bali, Rabu, 26 Juni 2019.
Indonesia, kata Nada, mengusulkan adanya aksi nyata dalam menjawab tantangan itu, dengan mempersiapkan sumber daya manusia.
"Kami akan mendeklarasikan Costi Retreat untuk mendukung persiapan ASEAN menyambut revolusi industri 4.0," kata Nada.
Baca juga: Kemenkominfo: Generasi Muda Harus Manfaatkan Revolusi Industri 4.0
Dalam Costi Retreat itu, katan Nada, disepakati dalam mempersiapkan SDM serta kontribusinya di era digital. Pihak ASEAN sendiri telah merekomendasikan proyek ASEAN Human Empowerment and Development yang difokuskan pada persiapan SDM untuk Revolusi Industri 4.0.
Nada yang juga co Chairman ASEAN Costi itu menambahkan, deklarasi akan dilakukan usai pertemuan rutin itu yakni pada 28 Juni. Dalam pertemuan itu, Nada menjelaskan, selain membahas mengenai persiapan menghadapi era Revolusi Industri 4.0, pihaknya juga akan membicarakan keikutsertaan perusahaan swasta ke dalam program inovasi ASEAN.
Berita Lainnya:
81 Tahun Pancasila: Prabowo Janjikan Ekonomi Berkeadilan, Warisan Ketimpangan Masih Membayangi
SMK Mendunia, Peluang Karier Kian Terbuka dengan Kelas Kebekerjaan Luar Negeri 3+1
529 Legislator dan 356 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Reformasi Pemilu Dinilai Mendesak