Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

SMK Mendunia, Peluang Karier Kian Terbuka dengan Kelas Kebekerjaan Luar Negeri 3+1

author Eko Schoolmedia
Jun 02, 2026 |


Schoolmedia News Jakarta = Di sebuah ruang kelas di SMKN 1 Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sejumlah siswa tampak serius mengikuti pelajaran bahasa asing. Di ruang lain, siswa berlatih keterampilan teknis sesuai standar industri internasional. Bagi mereka, masa depan tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis. Lulusan SMK kini memiliki peluang untuk menapaki karier hingga ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, maupun negara-negara di Timur Tengah.

Perkembangan ekonomi global dan mobilitas tenaga kerja internasional membuka peluang yang semakin luas bagi tenaga kerja terampil. Pada saat yang sama, banyak negara maju menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif akibat perubahan struktur demografi. Kondisi itu menjadi peluang besar bagi Indonesia yang tengah memasuki era bonus demografi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030.

Dalam webinar bertajuk “SMK Berani Mendunia: Sekolah di Indonesia Berkarier di Dunia” yang digelar pada Jumat (29/5), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa pendidikan kejuruan saat ini sedang mengalami perubahan cara pandang yang mendasar.

“Peta karier lulusan SMK tidak hanya berhenti di kawasan industri lokal, tetapi juga industri global,” ujar Tatang.

Menurut dia, banyak negara kini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, sementara ketersediaan usia produktif di negara-negara tersebut semakin terbatas. Sebaliknya, Indonesia memiliki jutaan anak muda yang siap memasuki dunia kerja.

Tatang menilai kesempatan tersebut harus direspons dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, integritas, dan karakter yang kuat menjadi modal utama untuk bersaing di tingkat internasional.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa SMK mendunia bukan slogan semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, kuasai bahasa asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu karena walau kalian belajar di Indonesia, di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anakku sekalian,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kemendikdasmen menghadirkan Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 yang diatur melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026. Program ini memberikan fleksibilitas kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menjelaskan bahwa tiga tahun pertama digunakan untuk menguasai kompetensi inti sesuai bidang keahlian. Adapun satu tahun tambahan difokuskan pada penguatan bahasa asing, kompetensi sesuai standar negara tujuan, kesiapan fisik dan mental, serta literasi hukum dan keuangan.

“SMK menjadi strategi yang tepat digunakan untuk memastikan bonus demografi bisa dilakukan dengan baik. Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” ujar Arie.

Menurut dia, transformasi SMK mendunia dibangun melalui sejumlah pilar yang saling terhubung, mulai dari tata kelola sekolah, kurikulum, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga layanan kesiswaan. Karena itu, keberhasilannya memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

“Pekerjaan ini adalah hal besar yang tidak bisa dikerjakan sendiri. Kemendikdasmen fokus pada penyiapan, sementara penempatan dan perlindungan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait,” katanya.

Di tingkat sekolah, semangat itu diterjemahkan melalui berbagai inovasi. SMKN 1 Mundu menjadi salah satu sekolah penerima Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1. Kepala SMKN 1 Mundu, Sri Handayani, mengatakan bahwa program tersebut membantu siswa yang bercita-cita berkarier di luar negeri agar memiliki persiapan yang lebih matang.

Sekolah menggandeng alumni yang telah bekerja di luar negeri untuk berbagi pengalaman kepada adik kelas mereka. Guru tamu dari industri juga rutin dihadirkan guna memperkenalkan budaya kerja global dan membangun kesiapan mental siswa.

“Kuncinya itu komunikasi dan itu telah dilakukan oleh SMKN 1 Mundu sejak tahun 1965. Para alumni akan berbagi cerita ketika masa orientasi. Dari pihak sekolah pun berdialog dengan orang tua murid tentang peluang karier ke luar negeri. Pihak sekolah juga tidak hanya mengawal dari penyiapan, tetapi juga memastikan keamanannya ketika penempatan kerja di negara tujuan,” ujar Sri.

Menurut Sri, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting karena keputusan bekerja ke luar negeri bukan hanya menyangkut kesiapan keterampilan, tetapi juga kesiapan mental dan dukungan keluarga.

Cerita keberhasilan juga datang dari para alumni yang telah merasakan pengalaman bekerja di luar negeri. Hadi Candra Maulana, alumni SMK Wikrama Bogor, kini bekerja di Turki. Sementara Hafifa Indah, alumni SMK Muhammadiyah 1 Malang, dan Zahra Pratiwi, alumni SMKN 1 Sale, meniti karier di Jepang.

Mereka menuturkan bahwa pendidikan yang diperoleh selama di SMK menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja internasional. Praktik kerja lapangan, pembelajaran berbasis industri, kehadiran guru tamu, penguatan kemampuan bahasa, hingga pembiasaan budaya kerja menjadi modal yang sangat membantu proses adaptasi di negara tujuan.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Selain kompetensi teknis, lulusan SMK perlu memahami budaya kerja, disiplin, serta kemampuan berkomunikasi yang baik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Dunia itu luas dan kita masih bisa mencapai titik-titik tersebut. Kalau batas dari karier tidak hanya di sini. Kita akan bertemu dengan banyak orang yang berkarier di luar negeri. Setiap negara punya budayanya masing-masing. Selain ilmu dan pengalaman, penghasilan yang didapatkan juga bisa memperbaiki kualitas hidup,” ujar Hafifa.

Optimisme itu semakin menguat ketika Kemendikdasmen, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, melepas lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di berbagai negara. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kualitas lulusan pendidikan vokasi Indonesia semakin dipercaya di tingkat global.

Bagi Tatang, tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem pendukung yang kuat, mulai dari akses informasi, penguatan kompetensi, hingga perlindungan tenaga kerja. Dengan ekosistem yang solid, lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga duta bangsa yang membawa keterampilan, profesionalisme, dan nama baik Indonesia ke panggung dunia.

Tim Schoolmedia

Sumber : Siaran Pers BKHM Kemendikdasmen

81 Tahun Pancasila: Prabowo Janjikan Ekonomi Berkeadilan, Warisan Ketimpangan Masih Membayangi
Berita Selanjutnya
81 Tahun Pancasila: Prabowo Janjikan Ekonomi Berkeadilan, Warisan Ketimpangan Masih Membayangi
author Eko Schoolmedia
Jun 02, 2026
529 Legislator dan 356 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Reformasi Pemilu Dinilai Mendesak
Berita Sebelumnya
529 Legislator dan 356 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Reformasi Pemilu Dinilai Mendesak
author Eko Schoolmedia
Jun 01, 2026