Cari

Kolaborasi Pemerintah-Industri Cetak Welder Profesional Indonesia Berkelanjutan


Schoolmedia News Makassar =  Kesuksesan magang program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bertumpu pada tiga pilar fundamental, yaitu kualitas pelatihan, kolaborasi, dan disiplin murid magang. Demikian dikatakan oleh Direktur Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, saat memberikan pesan motivasi kepada 18 (delapan belas) murid yang akan melaksanakan magang PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar, Senin (2/2). 

“Pertama, kualitas pelatihan yang terstandar dan bersertifikat internasional. Kedua, kolaborasi erat antara lembaga pelatihan, industri, dan pemerintah yang saling menguatkan. Ketiga, disiplin diri murid magang. Tanpa ketiga elemen ini berjalan harmonis, program PKK Kemendikdasmen hanya akan menjadi slogan kosong,” ucap Yaya dalam acara serah terima murid magang Inlastek Welding Institute, yang turut dihadiri oleh Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Lismanto. 

Lebih lanjut, Yaya menekankan bahwa program PKK Kemendikdasmen yang menyasar anak tidak sekolah (ATS) di rentang usia 17-25 tahun menjadi komitmen pemerintah hadir menyediakan layanan pendidikan bermutu untuk semua.

“Kemendikdasmen turut menyampaikan apresiasi kepada PT IKI yang siap menjadi ekosistem untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bidang pengelasan yang telah dipelajari oleh murid magang. Selamat menjalani magang, raihlah kesuksesan kalian di masa depan” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, menyatakan kesiapan industri untuk membina serta meningkatkan kompetensi murid magang.

“Saat ini, industri galangan kapal di Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten utamanya di bidang pengelasan. Selama magang, jalani instruksi dengan baik, patuhi peraturan keselamatan kerja, niscaya kalian akan menjadi welder (juru las) profesional,” tegas Suhan.

Secara terpisah, Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo, menyatakan kesiapan murid magang yang telah menempuh proses pembelajaran sejak awal bulan Oktober hingga Desember atau setara 350 jam pelajaran pada tahun lalu melalui program PKK Platinum 2025. 

“Lembaga kursus kami yang berpusat di Kota Surakarta melakukan seleksi yang ketat terhadap calon penerima manfaat program (PKK). Seluruh murid telah mendalami materi Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G yang sesuai kebutuhan industri tujuan magang,” ucapnya.

Sebagai informasi, murid magang dari Inlastek Welding Institute akan menjalani program magang dengan durasi enam bulan, terhitung sejak tanggal 2 Februari hingga akhir Juni 2026. “Selain itu, selama magang murid telah disediakan tempat tinggal sementara oleh PT IKI dan akan mendapatkan insentif per bulan sekitar Rp2.500.000,” urai Bramono. 

Tak ketinggalan, testimoni kesiapan mengikuti program magang juga disampaikan oleh Ahmad Hidayat, alumni SMK Negeri 1 Lembah Melintang, Sumatra Barat Jurusan Teknik Pengelasan. “Saya menekuni bidang pengelasan dimulai saat menempuh jenjang sekolah menengah kejuruan. Semoga lewat program magang ini, saya dapat memperbaiki taraf kehidupan ekonomi saya di masa mendatang. Terima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah memberikan pengalaman bermanfaat untuk saya,” ujar Ahmad seraya diamini oleh rekan magang lainnya, Krisna Sulistyo, alumni SMK Kristen 2 Surakarta Jurusan Teknik Pemesinan. 

Artikel Sebelumnya
Transisi Energi atau Transisi Bencana, Nestapa di Balik Tambang Nikel Maluku Utara

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar