Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Dari Ilmu LPDP untuk Petani Aceh, Kisah Rivan Rinaldi Wujudkan Harga Panen yang Lebih Adil

author ASHAD RIZKI
Aug 06, 2026 |
1 Dilihat


Schoolmedia News - Tidak semua orang yang mendapatkan kesempatan pendidikan akan memilih membawa ilmunya kembali untuk masyarakat. Rivan Rinaldi mengambil jalan berbeda. Setelah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan melalui beasiswa LPDP, ia memilih mencurahkan kemampuannya untuk membantu petani di Aceh mendapatkan posisi yang lebih baik dalam rantai pangan.

Kegelisahan Rivan bermula dari sesuatu yang terlihat sederhana, tetapi menyimpan persoalan besar. Ia melihat hasil kerja keras petani belum selalu mendapatkan penghargaan yang sepadan. Salah satu gambaran yang membuatnya terusik adalah ketika seikat bayam dapat dijual sekitar Rp2.000 di pasar, tetapi keuntungan yang diterima petani hanya sekitar Rp300.

Bagi Rivan, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai selisih harga. Di balik angka tersebut ada tenaga petani yang bekerja sejak menyiapkan lahan, menanam, merawat tanaman, hingga memanen. Ada pula risiko yang harus mereka tanggung ketika hasil panen tidak terserap pasar atau harga tiba-tiba turun.

Ketimpangan dalam rantai distribusi itulah yang kemudian mendorong Rivan mencari cara agar petani tidak terus berada pada posisi yang lemah.

Ilmu dari LPDP untuk Persoalan di Lapangan

Pengalaman pendidikan dan profesional yang dimiliki Rivan menjadi bekal untuk memahami persoalan tersebut secara lebih luas. Ia melihat bahwa masalah petani tidak selalu selesai hanya dengan meningkatkan produksi.

Petani juga membutuhkan akses pasar yang lebih baik, pengolahan hasil pertanian, serta sistem yang mampu memberikan nilai tambah terhadap produk yang mereka hasilkan.

Pemikiran itu kemudian diwujudkan melalui Rumoh Pangan Aceh. Rivan membangun wadah tersebut untuk memperkuat posisi petani, mengembangkan pangan lokal, dan mendorong sistem pangan yang lebih adil.

Rumoh Pangan Aceh menjadi ruang bagi Rivan untuk menerapkan pengetahuan yang diperolehnya. Ia mendampingi petani sekaligus berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada bagaimana hasil tersebut dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Bagi petani, persoalan harga sering kali menjadi tantangan yang datang berulang. Ketika panen melimpah, harga dapat turun karena pasokan meningkat. Sementara ketika hasil panen sedikit, petani juga menghadapi risiko produksi dan pendapatan yang tidak pasti.

Karena itu, Rivan berusaha melihat persoalan pertanian dari sisi yang lebih menyeluruh. Petani tidak hanya membutuhkan pembeli, tetapi juga membutuhkan sistem pasar yang mampu memberikan kepastian dan nilai tambah.

Menguatkan Posisi Petani

Salah satu gagasan penting yang dibawa Rivan adalah memperkuat posisi petani dalam rantai pangan. Selama ini, petani sering berada pada bagian awal rantai produksi, sedangkan nilai tambah yang lebih besar dapat muncul pada proses setelah hasil pertanian dipanen.

Melalui Rumoh Pangan Aceh, Rivan berupaya mempertemukan berbagai bagian dari rantai tersebut. Hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk pangan lokal, pasar petani dapat diperkuat, dan kesempatan kerja baru juga dapat dibuka.

Dengan demikian, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang. Ketika sistem tersebut berjalan, semakin banyak petani dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil kerja mereka.

Pendekatan tersebut juga membuat persoalan pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi. Pangan berkaitan dengan petani, pasar, konsumen, lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Dari Kegelisahan Menjadi Gerakan

Perjalanan Rivan menunjukkan bahwa perubahan sering kali dimulai dari sebuah kegelisahan. Ia melihat persoalan yang dialami petani dan memilih untuk tidak berhenti pada rasa prihatin.

Ia kemudian mencari pengetahuan, mendapatkan pengalaman, dan mencoba mengubahnya menjadi sebuah gerakan nyata.

Rumoh Pangan Aceh menjadi salah satu wujud dari pilihan tersebut. Melalui wadah ini, Rivan ingin memperkuat pangan lokal sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap produk pangan.

Apa yang dilakukan Rivan juga memperlihatkan bahwa pendidikan dapat memiliki dampak yang jauh lebih luas ketika ilmu yang diperoleh kembali dibawa ke masyarakat.

Beasiswa pendidikan tidak hanya dapat mengubah kehidupan penerimanya. Ketika penerima beasiswa menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Dalam kasus Rivan, ilmu dan pengalaman tersebut diarahkan pada persoalan petani dan pangan di Aceh.

Mendampingi Ratusan Petani

Dalam perjalanannya, Rivan tidak bekerja hanya di balik meja. Ia menerapkan pengetahuan yang dimilikinya melalui pendampingan kepada ratusan petani.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting karena perubahan dalam sektor pertanian membutuhkan pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan. Setiap petani memiliki persoalan dan kebutuhan yang berbeda.

Dengan terjun langsung, Rivan dapat melihat bagaimana petani menghadapi persoalan produksi, pemasaran, dan harga. Dari pengalaman tersebut, berbagai pendekatan kemudian dapat dikembangkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rumoh Pangan Aceh kemudian menjadi wadah untuk memperluas upaya tersebut. Selain memperkuat pasar petani, inisiatif ini juga diarahkan untuk mengembangkan pangan lokal, membuka kesempatan kerja, dan memperluas akses pangan masyarakat.

Membuka Nilai Tambah dari Pangan Lokal

Salah satu tantangan sektor pertanian adalah bagaimana hasil panen tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

Ketika hasil pertanian dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi, peluang ekonomi yang muncul juga semakin besar. Proses tersebut dapat menciptakan pekerjaan baru sekaligus memperluas pasar.

Pemikiran inilah yang menjadi bagian dari upaya Rivan mengembangkan pangan lokal Aceh. Ia ingin agar hasil pertanian masyarakat tidak hanya dipandang sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai.

Pendekatan seperti ini dapat memberikan manfaat ganda. Petani mendapatkan akses pasar, sementara masyarakat memperoleh lebih banyak pilihan produk pangan lokal.

Pada saat yang sama, pengembangan pangan lokal juga dapat membantu memperkuat ekonomi daerah. Produk yang berasal dari petani lokal memiliki kesempatan untuk berputar kembali di dalam ekosistem ekonomi masyarakat.

Pendidikan yang Kembali kepada Masyarakat

Kisah Rivan memberikan gambaran menarik tentang bagaimana pendidikan dapat memberikan dampak sosial.

Beasiswa LPDP yang pernah diterimanya bukan sekadar kesempatan untuk mengembangkan diri. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kemudian digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan yang nyata.

Dari sini terlihat bahwa investasi pendidikan dapat menghasilkan dampak berantai. Satu orang mendapatkan kesempatan belajar, kemudian ilmu tersebut diterapkan untuk membantu petani, membuka kesempatan kerja, memperkuat pangan lokal, dan memperluas akses masyarakat.

Perubahan tersebut mungkin tidak terjadi dalam waktu singkat. Membangun ekosistem pangan yang lebih adil membutuhkan proses, kerja sama, dan konsistensi.

Namun, langkah yang dilakukan Rivan menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sebuah tindakan nyata.

Bukan Sekadar Membantu Petani

Yang menarik dari perjalanan Rivan adalah cara pandangnya terhadap persoalan petani. Membantu petani bukan hanya memberikan bantuan sesaat.

Yang lebih penting adalah menciptakan kondisi agar petani memiliki posisi yang lebih kuat dan mampu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja mereka.

Harga yang lebih adil, akses pasar, pengolahan hasil pertanian, dan pengembangan pangan lokal merupakan bagian dari upaya membangun sistem yang lebih berkelanjutan.

Dengan cara tersebut, petani tidak hanya menjadi pihak yang menerima bantuan, tetapi menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi yang memiliki daya tawar.

Dari Aceh untuk Ketahanan Pangan

Rumoh Pangan Aceh yang dibangun Rivan juga membawa gagasan yang lebih luas mengenai ketahanan pangan.

Pangan bukan hanya persoalan apakah masyarakat memiliki cukup makanan. Di dalamnya terdapat persoalan bagaimana pangan diproduksi, siapa yang memproduksi, bagaimana petani mendapatkan penghasilan, bagaimana produk didistribusikan, dan bagaimana masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan.

Karena itu, memperkuat petani lokal sekaligus berarti memperkuat sistem pangan.

Rivan memilih berkontribusi dari titik tersebut. Ia berusaha menjembatani kepentingan petani, pasar, produk pangan lokal, dan masyarakat.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah gagasan dapat berkembang ketika didukung oleh pengetahuan dan kemauan untuk turun langsung ke lapangan.

Ilmu yang Menjadi Manfaat

Kisah Rivan Rinaldi pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang alumnus LPDP yang mendirikan sebuah inisiatif pangan.

Lebih dari itu, kisahnya berbicara tentang bagaimana pendidikan dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk yang nyata.

Ia melihat persoalan harga panen yang belum adil, kemudian memilih bergerak. Dari kegelisahan tersebut lahir upaya untuk memperkuat petani, mengembangkan pangan lokal, membuka peluang kerja, dan memperluas akses pangan masyarakat.

Perjalanan tersebut mungkin masih panjang. Tantangan yang dihadapi petani juga tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu program atau satu orang.

Namun, Rivan telah menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian untuk melihat persoalan di sekitar dan mencari jalan keluar.

Dari Aceh, ia membawa satu pesan penting: pendidikan akan memiliki makna yang lebih besar ketika pengetahuan yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk membangun kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membantu orang lain mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Bagi petani, perjuangan tersebut adalah tentang mendapatkan penghargaan yang lebih layak atas kerja keras mereka. Bagi masyarakat, ini adalah tentang membangun sistem pangan yang lebih kuat. Dan bagi Rivan, perjalanan tersebut menjadi cara untuk mengubah ilmu yang diperolehnya menjadi manfaat yang dapat dirasakan lebih banyak orang.

_

Sumber:https://www.detik.com/edu/edutainment/d-8605626/sosok-rivan-alumnus-lpdp-bantu-petani-aceh-dapat-harga-panen-lebih-adil

Siswa Kediri Juara Nasional LKS Pengelasan, Prestasinya Bikin Mas Dhito Beri Apresiasi
tokoh Selanjutnya
Siswa Kediri Juara Nasional LKS Pengelasan, Prestasinya Bikin Mas Dhito Beri Apresiasi
author ASHAD RIZKI
Aug 06, 2026
4 Kali Gagal Tak Bikin Fachry Menyerah, Alumni MAN IC Tapsel Akhirnya Lolos Akmil 2026
tokoh Sebelumnya
4 Kali Gagal Tak Bikin Fachry Menyerah, Alumni MAN IC Tapsel Akhirnya Lolos Akmil 2026
author ASHAD RIZKI
Aug 05, 2026

Komentar