Berbagi Cerita Pascasarjana Sambil Bangun Bisnis, Direktur PT Kreasi Artha Corp Dorong Inovasi Teknologi Inklusif di Telkom University

SchoolmediaNews, Bandung — Founder Quecare sekaligus Direktur PT Kreasi Artha Corp, Alif Fauzi, M.I.Kom., membagikan perjalanan inspiratifnya dalam membangun ekosistem bisnis sembari menempuh pendidikan pascasarjana. Pengalaman tersebut ia ceritakan dengan santai dan hangat pada acara penyambutan mahasiswa baru Pascasarjana Telkom University, Sabtu (12/9).
"Berani Lintas Disiplin Ilmu"Saya Tidak Pernah Berhenti Belajar" Sesi ini terasa jauh dari kesan formal atau menggurui, melainkan lebih seperti ruang diskusi antar sesama pembelajar. Hal ini terlihat nyata saat seorang audiens bercerita tentang latar belakangnya yang berasal dari program studi Hubungan Internasional, namun kini nekat menyeberang mengambil pascasarjana Sistem Informasi.

Mendengar hal itu, pria yang akrab disapa Mas Alif ini merespons dengan penuh antusias karena merasa sangat relate. Ia pun bercerita bahwa dirinya adalah seorang mahasiswa Komunikasi yang justru bergelut membangun bisnis di bidang mesin industri dan teknologi sebuah ranah yang di atas kertas sangat jauh dari latar belakang keilmuannya.
Bagi Mas Alif, perbedaan latar belakang bukanlah halangan, melainkan tantangan untuk terus beradaptasi.
"Saya tidak pernah berhenti belajar. Saya tidak pernah berhenti melangkah," ucapnya, yang langsung disambut anggukan setuju dan tepuk tangan dari para audiens

Kekuatan Koneksi dan Visi "Hulu ke Hilir" PT Kreasi Artha Corp Melanjutkan obrolan santainya, Mas Alif menyoroti satu poin krusial dalam perjalanannya: koneksi. Menurutnya, masa studi pascasarjana adalah momentum emas untuk memperluas jejaring dan mengenal berbagai karakter dari beragam latar belakang.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya yang mendalam kepada Telkom University. Baginya, ekosistem dan relasi di kampus inilah yang sangat mendukung proses bertumbuhnya ide-ide bisnis yang ia rintis.
Berbekal koneksi dan semangat kolaborasi itu, Mas Alif menceritakan impian besarnya di hadapan para mahasiswa: membangun bidang usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Visi tersebut perlahan ia wujudkan melalui ekosistem PT Kreasi Artha Corp, di mana berbagai lini usahanya dirancang untuk saling menopang.
Dalam presentasinya, ia mengenalkan unit-unit usaha strategis yang mengintegrasikan sektor manufaktur fisik hingga ranah digital:
● Artha Metal Precision: Bergerak di bidang fabrikasi metal besi dan engineering, melayani jasa laser cutting, bending, welding, machining, serta pemrosesan panel dan komponen metal besi presisi.
● APC (Artha Powder Coating): Spesialis layanan powder coating dan finishing produk berbahan dasar metal besi untuk memberikan perlindungan dan estetika tinggi pada komponen industri.
● Artha Savana Digital: Penyedia solusi teknologi digital dan pengadaan perangkat keras (hardware) untuk mendukung kebutuhan sektor bisnis, kesehatan, hingga pelayanan publik.

Quecare: Inovasi Sistem Antrean Digital No. 1 Ramah Disabilitas Setelah memaparkan fondasi manufaktur dan teknologinya dari hulu ke hilir, sampailah Mas Alif pada puncak presentasinya. Ia memperkenalkan unit usaha terbarunya yang lahir dari kepedulian sosial, yaitu Quecare.
Quecare diperkenalkan sebagai sistem antrean digital nomor 1 yang dikembangkan khusus agar sepenuhnya ramah disabilitas. Mengusung filosofi “Queue for Everyone”, Quecare hadir untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak dan kemudahan yang sama dalam mengakses layanan publik.
"Adanya pengembangan antrean ramah disabilitas ini bertujuan untuk penyetaraan hak, agar setiap pelayanan publik bisa diakses secara mandiri dan adil untuk semua orang," tutur Mas Alif

Melalui urutan kisah dari membangun fondasi bisnis hingga melahirkan inovasi sosial ini, Mas Alif sekadar ingin memantik semangat teman-teman mahasiswa pascasarjana. Ia berharap cerita ini bisa mendorong mereka untuk berani mengeksekusi ide-ide inovatif yang berdaya saing, sekaligus membawa tanggung jawab sosial bagi masyarakat.
Liputan Khusus Lainnya:
Sebut Reshuffle Bukan Akhir Karier, Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Prabowo dan Anwar Ibrahim
Jasa Pendiri BNI Margono Djojohadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional