Tanpa Skripsi, Mar’atus Suci Justru Jadi Lulusan Terbaik FT UNESA Berkat Prestasi Robotika
Schoolmedia News - Menjadi lulusan terbaik perguruan tinggi tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, perjalanan Mar’atus Suci Novitasari memiliki cerita yang berbeda. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (UNESA) itu berhasil menyandang predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik pada Wisuda Periode ke-120 tahun 2026. Ia menuntaskan pendidikan dengan IPK 3,92 dan predikat cum laude. Yang membuat kisahnya semakin menarik, Suci tidak menyelesaikan studi melalui skripsi konvensional. Prestasi nasional yang diraihnya di bidang robotika menjadi bagian penting dalam proses kelulusannya melalui skema ekuivalensi prestasi.
Perjalanan Suci menuju pencapaian tersebut tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Selama kuliah, perempuan asal Jombang ini aktif mengembangkan kemampuan melalui berbagai pengalaman akademik dan profesional. Ia pernah mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat sebagai UI/UX Designer di Indobot Academy. Ia juga mendapatkan pengalaman di dunia industri melalui kegiatan selama tiga bulan di Divisi Quality Assurance Perlengkapan Kelistrikan dan Persenjataan Kapal PT PAL Indonesia. Berbagai pengalaman tersebut mempertemukannya dengan persoalan nyata sekaligus memperluas kemampuan teknis dan profesional yang tidak selalu didapatkan hanya melalui pembelajaran teori.
Suci juga menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui inovasi media pembelajaran. Bersama tim, ia mengembangkan media belajar berbasis Google Sites yang memadukan video interaktif dan simulasi. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu siswa SMK memahami materi kelistrikan yang cukup kompleks dengan pendekatan visual dan lebih mudah dipahami. Baginya, teknologi bukan sekadar sesuatu yang dipelajari, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik. Pengalaman tersebut memperlihatkan perpaduan antara latar belakangnya sebagai mahasiswa pendidikan teknik dengan ketertarikannya terhadap teknologi digital.
Di luar kegiatan akademik, Suci menemukan tantangan sekaligus ruang untuk berkembang melalui Dewo Robotik UNESA. Di lingkungan tersebut, ia mempelajari berbagai bidang seperti robotika, sistem kendali, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Bersama timnya, ia berhasil meraih Juara 2 Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA) serta Juara Harapan 1 KRTI Divisi Fixed Wing. Pengalaman dalam kompetisi dan pengembangan UAV tersebut kemudian berperan dalam perjalanan akademiknya hingga akhirnya prestasi nasional yang diraih dapat menjadi bagian dari proses kelulusan melalui kebijakan ekuivalensi prestasi.
Meski tidak melalui skripsi konvensional, bukan berarti Suci meninggalkan proses ilmiah. Ia tetap menghasilkan karya akademik berupa artikel penelitian berjudul “Perbandingan Protokol RTSP dan UDP dalam Mendukung Streaming Video UAV di Lingkungan Jaringan Terbatas”. Penelitian tersebut berangkat dari pengalaman pengembangan UAV dan membahas teknologi transmisi video pada kondisi jaringan yang terbatas. Kisah Suci menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan melalui berbagai jalur yang tetap mengedepankan prestasi dan karya. Dari ruang kuliah, dunia industri, inovasi pembelajaran, hingga kompetisi robotika, perjalanan Suci menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dan konsistensi mengembangkan diri dapat mengantarkan mahasiswa pada pencapaian yang membanggakan.
Liputan Khusus Lainnya:
Dari Jualan Jamu hingga Jadi Lulusan Terbaik IPB, Kisah Inspiratif Nabil Bintang Prayoga
Dari Ayam Goreng ke “Nobel Matematika”, Kisah Yu Deng Pecahkan Teka-teki 125 Tahun
Demi Sejarah Toba, JLM Siahaan Kembali Kuliah hingga Raih Doktor di Usia 73 Tahun