Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Usia Baru 18 Tahun, Nathan Thomas Cetak Sejarah Jadi Profesor Termuda Dunia

author Andeliyumna
Aug 03, 2026 |
3 Dilihat

Schoolmedia News - Usia 18 tahun bagi sebagian besar remaja merupakan masa untuk mengenal lebih jauh minat, menentukan arah pendidikan, dan mempersiapkan masa depan. Namun, Nathan Thomas justru telah mencatatkan namanya dalam sejarah pendidikan dunia pada usia tersebut. Pemuda asal Amerika Serikat ini resmi menjadi profesor laki-laki termuda dunia setelah mulai mengajar di Miami Dade College pada usia 18 tahun 346 hari. Rekor tersebut membuatnya melampaui pencapaian Colin Maclaurin, matematikawan Skotlandia yang sebelumnya tercatat menjadi profesor laki-laki pada usia 19 tahun pada 1717.

Perjalanan akademik Nathan dimulai jauh lebih awal dibandingkan kebanyakan anak seusianya. Ketika berusia 10 tahun, ia sudah mengikuti program kuliah ganda di Miami Dade College. Empat tahun kemudian, Nathan melanjutkan pendidikan di Florida International University. Sebelum berusia 19 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister Teknik Elektro dengan predikat with honors. Prestasi tersebut menunjukkan betapa kuatnya ketertarikan Nathan terhadap dunia sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM sejak usia dini.

Ketertarikan terhadap STEM tidak muncul begitu saja. Nathan tumbuh dalam keluarga yang memiliki latar belakang teknik sehingga lingkungan rumah turut membentuk cara berpikirnya. Matematika menjadi salah satu bidang yang paling menarik perhatiannya. Sejak usia lima tahun, Nathan menjalani homeschooling, sementara keluarganya memanfaatkan perjalanan ke berbagai negara sebagai bagian dari pengalaman belajar. Kunjungan ke museum, situs bersejarah, dan berbagai tempat baru menjadi cara bagi Nathan untuk memperluas wawasan di luar ruang kelas.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya, Nathan kembali ke Miami Dade College. Pada Agustus 2023, ia mulai mengajar mata kuliah yang berkaitan dengan komputasi dan pemrograman untuk mahasiswa teknik. Menariknya, sebagian mahasiswa yang diajarnya memiliki usia yang tidak jauh berbeda dengannya. Namun, Nathan tidak menganggap perbedaan usia sebagai hambatan. Baginya, ruang kelas merupakan tempat semua orang datang dengan tujuan yang sama, yakni belajar. Ia memilih berkonsentrasi menjalankan tugas dengan baik dan membantu mahasiswa memahami materi yang dipelajari.

Bagi Nathan, bagian paling menyenangkan dari mengajar adalah ketika melihat mahasiswa akhirnya memahami konsep yang sebelumnya terasa sulit. Ia tidak hanya ingin menyampaikan materi, tetapi juga membantu mahasiswa menemukan cara berpikir yang membuat persoalan rumit menjadi lebih mudah dipahami. Sikap tersebut membuat pencapaiannya tidak berhenti pada rekor sebagai profesor termuda. Ia juga ingin menjadikan pengalaman akademiknya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Kini, Nathan yang telah berusia 21 tahun masih melanjutkan perjalanan akademiknya. Selain mengajar secara daring, ia tengah menempuh pendidikan hukum di University of Miami School of Law dan berencana mendalami hukum kekayaan intelektual yang berkaitan dengan bidang STEM. Latar belakang teknik yang dimilikinya menjadi bekal untuk memahami persoalan hukum dengan pendekatan yang terstruktur. Perjalanan Nathan menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus berhenti ketika seseorang telah mencapai sebuah prestasi. Justru, setiap pencapaian dapat menjadi pijakan untuk mempelajari bidang baru dan membuka peluang berikutnya.

Kisah Nathan Thomas menjadi gambaran menarik tentang bagaimana rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat membawa seseorang melewati batas yang tidak biasa. Rekor sebagai profesor termuda memang menjadi bagian penting dari perjalanannya, tetapi pesan yang lebih besar terletak pada bagaimana ia memandang proses belajar. Nathan mendorong setiap orang untuk menemukan bidang yang benar-benar sesuai dengan dirinya, kemudian menjalaninya secara konsisten tanpa terlalu sibuk membandingkan perjalanan dengan orang lain. Dari matematika, teknik elektro, hingga hukum kekayaan intelektual, Nathan memperlihatkan bahwa belajar dapat menjadi perjalanan panjang yang terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman.

Tanpa Skripsi, Mar’atus Suci Justru Jadi Lulusan Terbaik FT UNESA Berkat Prestasi Robotika
tokoh Selanjutnya
Tanpa Skripsi, Mar’atus Suci Justru Jadi Lulusan Terbaik FT UNESA Berkat Prestasi Robotika
author Andeliyumna
Aug 03, 2026
Nurhaliman, Perempuan Penjaga Hutan Adat yang Membuktikan Alam dan Manusia Harus Tumbuh Bersama
tokoh Sebelumnya
Nurhaliman, Perempuan Penjaga Hutan Adat yang Membuktikan Alam dan Manusia Harus Tumbuh Bersama
author Andeliyumna
Jul 31, 2026

Komentar