Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Nurhaliman, Perempuan Penjaga Hutan Adat yang Membuktikan Alam dan Manusia Harus Tumbuh Bersama

author Andeliyumna
Jul 31, 2026 |
14 Dilihat


Schoolmedia News - Bagi banyak orang, hutan mungkin hanya dipandang sebagai hamparan pepohonan yang hijau. Namun, bagi Nurhaliman, hutan adalah rumah, sumber kehidupan, sekaligus warisan yang harus dijaga. Sejak kecil ia tumbuh dekat dengan alam dan memahami bahwa setiap pohon, mata air, dan satwa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Kesadaran itulah yang kemudian membawanya menjadi salah satu perempuan yang berada di garis depan dalam menjaga hutan adat. Di tengah berbagai tantangan, ia memilih tetap berdiri bersama masyarakat adat, memperjuangkan kelestarian hutan agar tetap menjadi penyangga kehidupan bagi generasi yang akan datang.

Perjalanan Nurhaliman tidak selalu mudah. Menjadi perempuan yang aktif dalam isu pelestarian hutan sering kali membuatnya harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang berat hingga pandangan bahwa urusan menjaga hutan lebih banyak dilakukan oleh laki-laki. Namun, ia membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas gender. Dengan keteguhan hati, ia terus mendampingi masyarakat adat, mengajak mereka menjaga kawasan hutan, merawat sumber mata air, serta mempertahankan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Baginya, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan seluruh masyarakat yang bergantung padanya.


Dalam setiap langkah pengabdiannya, Nurhaliman meyakini bahwa masyarakat adat adalah penjaga pertama dan terbaik bagi hutan. Pengetahuan lokal tentang cara memanfaatkan hasil hutan secara bijaksana, menjaga keseimbangan ekosistem, hingga menghormati alam sebagai bagian dari kehidupan merupakan nilai yang harus terus dipertahankan. Karena itu, ia tidak hanya terlibat dalam upaya konservasi, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan, agar memiliki ruang lebih besar dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan hutan adat. Pendekatan tersebut menjadi kunci agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Upaya seperti ini juga sejalan dengan semakin besarnya perhatian terhadap penguatan peran masyarakat adat dalam pengelolaan hutan di Indonesia.

Bagi Nurhaliman, menjaga hutan bukan hanya soal melindungi pohon dari kerusakan, tetapi juga menjaga identitas budaya yang hidup di dalamnya. Ia percaya bahwa ketika hutan rusak, bukan hanya lingkungan yang kehilangan keseimbangannya, melainkan juga tradisi, pengetahuan lokal, dan sejarah panjang masyarakat adat yang ikut terancam hilang. Karena itu, ia terus mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai alam sejak dini. Menurutnya, keberlanjutan hanya dapat terwujud apabila anak-anak muda memahami bahwa masa depan mereka sangat bergantung pada kelestarian lingkungan yang diwariskan hari ini.

Josef Bataona: Pemimpin Hebat Bukan yang Paling Berkuasa, tetapi yang Mampu Menumbuhkan Manusia
tokoh Sebelumnya
Josef Bataona: Pemimpin Hebat Bukan yang Paling Berkuasa, tetapi yang Mampu Menumbuhkan Manusia
author Andeliyumna
Jul 31, 2026

Komentar