Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
tokoh

Dua Mahasiswa ITB Bikin Bangga! Presentasi Riset di Hadapan Profesor Kampus Top China

author Andeliyumna
Jul 30, 2026 |
9 Dilihat

Schoolmedia News - Bagi banyak mahasiswa, mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri merupakan pengalaman berharga. Namun bagi Thaufik Widjaya dan Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany, dua mahasiswa Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), kesempatan itu menjadi lebih dari sekadar belajar di kampus asing. Selama lima bulan menjalani program pertukaran di Central South University (CSU), Changsha, China, mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga dipercaya menyusun dan mempresentasikan hasil penelitian ilmiah di hadapan lima profesor dari School of Metallurgy and Environment. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian akademik yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu tampil percaya diri di lingkungan akademik bertaraf internasional.

Perjalanan menuju presentasi tersebut tidak berlangsung singkat. Sejak tiba di China, keduanya langsung terlibat dalam berbagai aktivitas riset di laboratorium metalurgi yang dikenal sebagai salah satu pusat penelitian terbaik di dunia. Mereka harus beradaptasi dengan budaya akademik yang berbeda, menggunakan literatur ilmiah internasional, serta berdiskusi secara intensif dengan dosen pembimbing dan peneliti setempat. Tantangan bahasa, ritme penelitian yang padat, hingga tuntutan menghasilkan karya ilmiah berkualitas menjadi bagian dari proses yang harus mereka lalui setiap hari. Berkat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, keduanya berhasil menyelesaikan penelitian sesuai target dan memperoleh kesempatan mempresentasikan hasilnya di hadapan panel profesor CSU.

Dalam sidang akademik tersebut, Thaufik mempresentasikan penelitian mengenai proses desulfurisasi material timbal sulfat kompleks melalui pendekatan pirometalurgi, sedangkan Zakky membahas strategi baru pengolahan material sekunder timah dan timbal menggunakan proses pirometalurgi bertahap. Keduanya menjelaskan metodologi, hasil eksperimen, hingga analisis penelitian secara runtut dan sistematis. Mereka juga mampu menjawab berbagai pertanyaan kritis dari para profesor dengan argumentasi ilmiah yang kuat. Penampilan tersebut mendapat apresiasi positif dari panel penguji, sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas riset mahasiswa Indonesia mampu memenuhi standar akademik internasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Thaufik dan Zakky, tetapi juga mencerminkan eratnya kolaborasi akademik antara ITB dan Central South University yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam penelitian global, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan para ilmuwan dari berbagai negara. Menurut dosen pembimbing mereka, pengalaman seperti ini tidak hanya meningkatkan kemampuan riset mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kemampuan bekerja lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional dan akademik di masa depan.

Kisah Thaufik dan Zakky menjadi inspirasi bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia apabila memperoleh kesempatan dan terus mengembangkan kemampuan. Prestasi mereka membuktikan bahwa keberhasilan dalam pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari nilai di ruang kuliah, tetapi juga dari keberanian menghadapi tantangan baru, kemampuan berkolaborasi secara internasional, serta kemauan untuk terus belajar. Dari laboratorium di Bandung hingga ruang sidang akademik di China, keduanya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan talenta Indonesia dengan panggung riset global.

Yesita Vera Saraswati Lulus S3 di Usia 27 Tahun dengan IPK 3,99
tokoh Sebelumnya
Yesita Vera Saraswati Lulus S3 di Usia 27 Tahun dengan IPK 3,99
author Andeliyumna
Jul 30, 2026

Komentar