Dari Garasi Kecil ke Kampus UNY, Dana Brata Fitriawan Kusuma Biayai Kuliah Sendiri Lewat Bengkel Motor

Schoolmedia News - Bagi sebagian mahasiswa, biaya kuliah menjadi tantangan terbesar untuk meraih pendidikan tinggi. Namun, Dana Brata Fitriawan Kusuma memilih menghadapi tantangan itu dengan cara yang tidak biasa. Sejak masih duduk di bangku SMK Negeri 3 Yogyakarta, ia merintis sebuah bengkel restorasi motor dari garasi rumah berukuran sekitar 4 x 5 meter. Dari ruang sederhana itulah ia mulai mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan. Tahun demi tahun, usaha kecil tersebut berkembang hingga mampu membiayai seluruh kebutuhan kuliahnya di Program Studi Teknik Manufaktur Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Perjalanannya membuktikan bahwa keberanian memulai usaha sejak muda dapat menjadi jalan untuk meraih pendidikan sekaligus membangun masa depan.
Dana mengenal dunia otomotif sejak kecil dari sang ayah. Ketertarikannya terhadap motor klasik membuatnya memilih fokus pada restorasi motor lawas, sebuah bidang yang membutuhkan ketelitian tinggi dan kesabaran. Pelanggan pertamanya berasal dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Berkat kualitas pengerjaan yang terus dijaga, bengkelnya mulai dikenal para pecinta motor klasik dari berbagai daerah. Meski usahanya terus berkembang, Dana tidak pernah melupakan pentingnya pendidikan. Saat diterima kuliah di UNY pada 2021, ia bertekad membagi waktu antara mengelola bengkel dan menyelesaikan studinya dengan sebaik mungkin.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Pada tahun yang sama ketika memulai kuliah, Dana harus menghadapi kehilangan besar setelah ibunya meninggal dunia akibat pandemi. Kepergian sang ibu menjadi pukulan berat, tetapi sekaligus menguatkan tekadnya untuk menuntaskan pendidikan. Ia selalu mengingat pesan almarhum ibunya agar tidak berhenti belajar meskipun telah memiliki usaha sendiri. Karena itulah, Dana berusaha membiayai kuliahnya secara mandiri tanpa meminta bantuan biaya kepada ayahnya. Bahkan, skripsinya pun mengambil tema yang masih berkaitan dengan dunia otomotif dan restorasi, sehingga ilmu yang dipelajari di kampus dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usahanya.
Seiring waktu, Bengkel Bebek Restorasi milik Dana berkembang pesat. Dari sebuah garasi kecil, kini usahanya mampu mempekerjakan lima karyawan dan melayani pelanggan dari berbagai wilayah di Indonesia. Proses restorasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mesin, kelistrikan, hingga detail terkecil kendaraan. Tantangan terbesarnya justru terletak pada pencarian suku cadang asli yang semakin langka. Meski demikian, Dana tetap menjaga kualitas pekerjaannya sehingga pelanggan rela mengantre untuk mendapatkan layanan restorasi dari bengkelnya. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsistensi mampu mengubah usaha kecil menjadi bisnis yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Liputan Khusus Lainnya:
Nurhaliman, Perempuan Penjaga Hutan Adat yang Membuktikan Alam dan Manusia Harus Tumbuh Bersama
Josef Bataona: Pemimpin Hebat Bukan yang Paling Berkuasa, tetapi yang Mampu Menumbuhkan Manusia
🏆 Dari Tenongan Sang Ibu ke Toga Wisuda, Anak Penjual Kue Ini Sukses Lulus UNDIP