Putri Penjual Kelontong Penyandang Disabilitas yang Berhasil Kuliah di Unesa

Schoolmedia News - Di sebuah toko kelontong sederhana di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Zahira Dewi Kirana Lestari tumbuh dengan kehidupan yang jauh dari kata mewah. Sepulang sekolah, ia terbiasa membantu ibunya melayani pembeli dan merapikan barang dagangan. Di balik kesibukan itu, Zahira menyimpan mimpi yang sederhana tetapi begitu besar artinya: bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai penyandang disabilitas daksa, ia menyadari bahwa jalannya tidak akan semudah orang lain. Namun, ia memilih menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berjuang lebih keras, bukan untuk menyerah.
Sejak duduk di bangku MAN 3 Kediri, Zahira dikenal sebagai sosok yang ceria, mudah bergaul, dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik, termasuk Olimpiade Sains Madrasah (OSM), serta selalu berusaha menunjukkan bahwa kondisi fisiknya tidak membatasi kemampuan berpikir maupun prestasinya. Para guru mengenalnya sebagai siswa yang tekun, disiplin, dan memiliki motivasi besar untuk terus berkembang. Dukungan dari keluarga dan sekolah menjadi kekuatan yang membuatnya tetap optimistis menghadapi setiap tantangan.
Keterbatasan ekonomi keluarga sempat membuat Zahira khawatir tidak dapat melanjutkan kuliah. Ayah dan ibunya mengandalkan usaha toko kelontong sederhana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, mereka tidak pernah berhenti mendorong putrinya agar terus belajar. Harapan itu akhirnya terjawab ketika Zahira diterima di Program Studi S-1 Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya melalui program KIP Kuliah. Bantuan tersebut membuka jalan baginya untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa dibayangi kekhawatiran mengenai biaya kuliah.
Bagi Zahira, memilih Sastra Inggris bukan sekadar mengikuti tren. Ia memang memiliki ketertarikan pada bahasa, budaya, serta komunikasi lintas negara. Berbagai film, musik, dan bacaan berbahasa Inggris yang dinikmatinya sejak sekolah menumbuhkan cita-cita untuk memperluas wawasan hingga ke tingkat internasasional. Bahkan, ia berharap suatu hari dapat mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri agar dapat belajar langsung dari budaya yang berbeda. Unesa pun menyiapkan pendampingan akademik dan fasilitas bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah agar mereka dapat berkembang secara optimal selama menjalani perkuliahan.
_
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Liputan Khusus Lainnya:
Sudah Lolos Kedokteran Unair, Hafiz Tetap Mengejar Mimpi Menjadi Polisi