Menjaga Aroma Kertas di Tengah Gempuran Digital: Kisah Toko Buku Pasar Kembang yang Bertahan Sejak 1995
Schoolmedia News Yogyakarta - Di sebuah gang kecil di kawasan Pasar Kembang, Yogyakarta, ada sebuah toko yang tak pernah kehilangan aroma khasnya. Bukan aroma kopi atau makanan, melainkan wangi kertas dari ribuan buku yang memenuhi setiap sudut ruangan. Sejak 1995, Lucky Boomerang Bookshop menjadi tempat berlabuh bagi para pencinta buku dari berbagai penjuru dunia. Di saat banyak toko buku perlahan menghilang karena gelombang digitalisasi, toko kecil ini memilih tetap bertahan, menjaga lembar demi lembar pengetahuan agar tetap menemukan pembacanya.
Semua bermula dari kecintaan sang pendiri terhadap buku. Koleksi pribadi yang terus bertambah akhirnya berubah menjadi sebuah toko yang menawarkan buku-buku bekas dan langka dari berbagai negara. Lokasinya yang berada di kawasan wisata membuat toko ini dulu menjadi persinggahan favorit wisatawan asing yang gemar berburu bacaan. Dari novel klasik, buku sejarah, filsafat, hingga literatur akademik yang sulit ditemukan, semuanya tersusun rapi menunggu tangan-tangan yang akan membukanya kembali.

Waktu memang berubah. Kehadiran internet, toko buku daring, hingga buku digital membuat jumlah pengunjung tak lagi seramai dahulu. Namun, Lucky Boomerang Bookshop tetap memiliki pelanggan setia. Mahasiswa, peneliti, kolektor, hingga pencinta buku lawas masih datang mencari referensi yang tidak tersedia di toko buku modern. Bagi mereka, setiap buku bekas memiliki cerita, jejak pemilik sebelumnya, dan nilai sejarah yang tidak tergantikan oleh layar gawai.
Bertahan selama tiga dekade bukan hanya soal menjual buku, tetapi juga menjaga budaya membaca. Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, toko ini mengajarkan bahwa pengetahuan membutuhkan ruang untuk dirawat. Setiap rak bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang pertemuan ide, sejarah, dan rasa ingin tahu. Itulah yang membuat Lucky Boomerang Bookshop tetap hidup meski zaman terus berubah.
_
Penulis: Ashad Rizki
Editor: Ashad Rizki
Sumber: https://mojok.co/liputan/sosok/kisah-toko-buku-di-pasar-kembang-yang-berdiri-sejak-1995/
Liputan Khusus Lainnya:
Berawal dari Inisiatif Sendiri, Tim Nimbus Buktikan Pelajar Indonesia Mampu Bersaing hingga Harvard
Diantar Ayah Naik Bajaj, Andromeda Buktikan Mimpi Besar Tak Selalu Berawal dari Fasilitas Mewah
Merajut Mimpi dengan 120 Benang Harapan: Kisah Kiko Mengubah Kriya Menjadi Karya yang Mendunia