Inspiratif! Mahasiswa UMM Belajar Pengelolaan Hutan Berstandar Jepang

Schoolmedia News - Tiga mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kesempatan belajar langsung mengenai pengelolaan hutan di Jepang. Mereka mengikuti program Center of Excellence (CoE) Kehutanan di Kyushu Bark Transport, Fukuoka, sebagai bagian dari pengalaman akademik dan praktik di industri kehutanan.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Adib Minanur Rohman, Ahmad Hafidh Ramadhan, dan Muhammad Hafidz Alfanani. Program yang mereka jalani berlangsung mulai 6 Agustus hingga 20 Desember 2026, sehingga para mahasiswa memiliki kesempatan cukup panjang untuk memahami praktik kehutanan secara langsung di Negeri Sakura.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian mereka adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Di Jepang, keselamatan menjadi bagian penting sebelum aktivitas kehutanan dimulai. Pekerja harus memastikan perlengkapan pelindung lengkap dan pekerjaan dapat dihentikan apabila standar keselamatan tidak terpenuhi.
Adib juga mempelajari kebiasaan melakukan analisis potensi bahaya sebelum bekerja. Selain itu, terdapat konsep dandori, yaitu persiapan pekerjaan secara matang, mulai dari alur kerja, pembagian tugas hingga penentuan posisi evakuasi. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat keselamatan sekaligus efisiensi menjadi bagian dari budaya kerja.
Tak hanya belajar mengenai keselamatan, para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan hutan. Adib terlibat dalam kegiatan shitagari, yakni membersihkan gulma dan semak di sekitar bibit pohon Sugi dan Hinoki agar pertumbuhannya tetap optimal. Mereka juga mengamati penerapan clear-cutting yang dilakukan secara terencana dan diikuti penanaman kembali.
Pengelolaan hutan di Jepang turut didukung oleh jaringan jalan hutan atau rindou. Infrastruktur tersebut membantu mobilitas alat dan pengangkutan hasil hutan dari kawasan pengelolaan menuju fasilitas pengolahan. Bagi Adib, pengalaman tersebut membuat kemampuan praktiknya meningkat, terutama dalam pengoperasian mesin kehutanan dan memahami rantai pasok kayu.
Pengalaman di Jepang memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa UMM bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Kedisiplinan, keselamatan kerja, perencanaan, teknologi, aksesibilitas, dan pengelolaan lahan perlu berjalan bersama agar sektor kehutanan dapat berkembang secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Inspiratif! Stanley Jadi Wisudawan Tercepat UGM, Lulus 3 Tahun 5 Bulan dengan IPK di Atas 3,5
Membanggakan! 94 Pemuda Indonesia Jadi Delegasi International Festival of Youth 2026 di Rusia
Keren! Pelajar Indonesia Borong 12 Medali di Olimpiade Ilmu Kebumian Dunia 2026