Cari

Siswa

Empat Mahasiswa ITB Rancang Cat dari Minyak Jelantah untuk Hunian Berkelanjutan, Raih Prestasi Nasional


Schoolmedia News Bandung =  Inovasi cat ramah lingkungan berbahan dasar limbah minyak jelantah mengantarkan tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung meraih Juara 2 pada kompetisi BTN Housingpreuner 2025 kategori House Related Innovation tingkat mahasiswa, Sabtu (31/1/2026).

Tim itu terdiri atas Roihan M. Iqbal (Teknik Material, 2021), Muhammad Fadhlan Hamidy (Arsitektur, 2024), dan Rashif Aulia Bahri (Teknik Kimia, 2024).

BTN Housingpreuner 2025 merupakan kompetisi yang berfokus pada pengembangan ide bisnis maupun solusi inovatif di bidang perumahan dan properti. Rangkaian kompetisi berlangsung sejak Desember 2025 hingga babak final pada Januari 2026. Grand Judging dilaksanakan di Menara BTN, dilanjutkan dengan pameran inovasi selama tiga hari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pada kompetisi ini, tim mahasiswa ITB mengangkat isu pencemaran lingkungan dan perubahan iklim yang semakin relevan dengan sektor perumahan. Mereka mengembangkan inovasi cat ramah lingkungan berbasis limbah minyak jelantah, material yang selama ini kerap menjadi sumber pencemaran apabila tidak dikelola dengan baik.

“Inovasi ini kami rancang bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai solusi yang menjawab dua isu sekaligus, yaitu pengelolaan limbah dan kebutuhan material ramah lingkungan di sektor perumahan,” ujar Roihan.

Konsep inovasi cat ramah lingkungan berbasis minyak jelantah yang dikenalkan di hadapan dewan juri BTN Housingpreuner 2025. (Dok. Tim)

Tim mahasiswa ITB melakukan riset terkait karakteristik minyak jelantah, potensi pengolahannya sebagai bahan turunan, serta peluang integrasinya dalam industri cat untuk hunian. Kolaborasi lintas disiplin menjadi kekuatan utama mereka, mulai dari perspektif material memastikan aspek teknis, arsitektur melihat relevansi aplikatif pada bangunan, hingga teknik kimia mendukung formulasi dan proses pengolahan.

Salah satu tantangan terbesar selama kompetisi berada pada tahap riset. Mengubah limbah menjadi material bernilai tambah membutuhkan kajian yang matang, baik dari sisi teknis maupun kelayakan bisnisnya. Mereka harus memastikan bahwa solusi yang ditawarkan tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk diproduksi dan diterapkan dalam skala perumahan.

Motivasi mengikuti kompetisi ini juga tidak lepas dari manfaat jangka panjang yang ditawarkan. Selain pendanaan, peserta berkesempatan memperluas jejaring dan mendapatkan pembinaan dari para profesional di industri perumahan. Bagi mereka, kesempatan tersebut menjadi nilai tambah yang membuat kompetisi ini berbeda dari ajang lainnya.

Roihan menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti kompetisi serupa. “Kalau tertarik dengan industri perumahan, ajang seperti ini sangat layak dicoba. Bukan cuma soal kompetisi, tapi juga kesempatan belajar langsung dari para profesional dan membangun jaringan yang bisa berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Tim Schoolmedia

Tokoh Selanjutnya
Dari Genggaman Koran ke Tongkat Komando: Perjalanan Pulang Sang Jenderal Santun Tri Sutrisno
Tokoh Sebelumnya
Enam Siswa MAN IC Serpong Siap Wakili Indonesia di Olimpiade Sains Dunia

Tokoh Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar