156 Siswa Diduga Keracunan MBG di Seruyan, Uji Lab Temukan Bakteri

Schoolmedia News – Sebanyak 156 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut.
Para penerima manfaat terdampak terdiri dari 90 pelajar SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dan 66 pelajar SMA Negeri 1 Kuala Pembuang. Sejumlah penerima manfaat sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Peristiwa tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap sampel makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dirilis pada 1 Agustus 2026 menemukan adanya kandungan bakteri pada salah satu menu MBG yang sebelumnya disajikan kepada penerima manfaat.
Temuan bakteri tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi terhadap pengelolaan makanan MBG di Seruyan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki dalam proses penyediaan makanan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara operasional SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, yakni unit yang mendistribusikan makanan tersebut. Penghentian berlaku mulai 1 Agustus 2026.
Penghentian tersebut bersifat sementara. SPPG dapat kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan BGN. Perbaikan infrastruktur serta pembinaan terhadap pengelola juga menjadi bagian dari evaluasi.
BGN menyatakan pengawasan akan diperkuat terhadap seluruh unsur pengelola SPPG, termasuk ahli gizi, akuntan, hingga kepala SPPG. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar yang ditetapkan.
Kasus Seruyan kembali menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Penyediaan makanan dalam jumlah besar membutuhkan pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah.
Pemeriksaan laboratorium juga menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan. Dengan adanya hasil uji, evaluasi terhadap proses penyediaan makanan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pemerintah daerah dan BGN diharapkan terus memantau kondisi para siswa yang terdampak serta memastikan seluruh penerima manfaat memperoleh penanganan yang diperlukan.
Liputan Khusus Lainnya:
Demo Digelar di Patung Kuda dan DPR Hari Ini, 511 Polisi Disiagakan
Sopir JakLingko Tabrak Lansia 81 Tahun di Jakbar, Langsung Dipecat